HETANEWS

Belanja Sabu Rp900 Ribu, Suheri Dituntut 7 Tahun Penjara

JPU Samandhohar Munthe saat membacakan tuntutan. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Samandhohar Munthe, menuntut terdakwa Suheri als Kiblek als Supri (35), selama 8 tahun penjara, denda Rp1 Milyar, subsider 1 tahun penjara, di PN Simalungun, Selasa (21/1/2020).

Menurut jaksa, Kiblek terbukti sebagai penjual sabu dan dipersalahkan melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.         

Warga Kampung Ladang Serbelawan, Kecamatan Dolok Batunanggar itu, membeli sabu Rp900 ribu yang dibagi menjadi beberapa paket untuk dijual kembali. 

Saat ditangkap di rumahnya, anggota Satres Narkoba Polres Simalungun, saksi Parlin Saragih dkk, menyita 4 klip sabu seberat 0,60 gram dari dalam lemari pakaian.        

Selain itu, petugas juga menyita uang hasil penjualan sabu Rp.300 ribu dan HP Nokia yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk bertransaksi narkotika.

Penggerebekan di rumah terdakwa oleh Polisi, pada Rabu, 14 Agustus 2019, lalu, disaksikan Kepala Lingkungan, Purwadi.       

Setelah diinterogasi, terdakwa mengaku membeli sabu dari Adi (DPO), seharga Rp900 ribu dan dibagi dalam 10 paket kecil seharga Rp.100 ribu/paket. Sehingga terdakwa mendapat keuntungan Rp100 ribu.       

Didampingi pengacara Sintong Sihombing, terdakwa memohon kepada majelis hakim, agar hukumannya diringankan, dengan alasan menyesal.

 "Saya mohon agar hukuman saya diringankan, saya menyesal dan  berjanji tidak akan mengulangi lagi, “katanya, di depan persidangan, siang itu.        

Untuk membacakan putusannya, ketua majelis hakim, Roziyanti, didampingi dua hakim anggota, Justiar Ronald dan Aries Ginting, menunda persidangan hingga Senin (27/1/2020) mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.