HETANEWS

Lapas Klas IIA Siantar Apresiasi Kapolres Simalungun yang Kawal Pemulangaan Tahanan Teroris yang Bebas

Fahmi dan Hiras Silalahi saat ditanya wartawan, di kantornya. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Setelah selesai menjalani masa hukumannya selama 4 tahun, Chunaedi alias Junaedi (36), nara pidana (napi) teroris, jaringan ISIS, hasil tangkapan Densus 88, akhirnya bebas dan dikeluarkan dari Lapas Klas IIA Siantar, Selasa (21/1/2020).

Tak mau ambil resiko, demi menjaga keamanan dan ketertiban, di wilayahnya, Kapolres Simalungun, Heribertus Ompusunggu, memerintahkan anggotanya,  bersama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT),  menjemput Junaedi dari Lapas untuk langsung dikembalikan ke Cirebon Jawa Barat.

Demikian dijelaskan Fahmi, selaku Kasi Pembinaan Napi, didampingi humas Lapas Kelas II A Siantar, Hiras Silalahi,  di kantornya, siang itu, ketika ditanya Hetanews.com.

"Benar, Junaedi dibebaskan setelah menjalani hukuman 4 tahun penjara, dan di Lapas Klas IIA Siantar, tinggal menjalani sisanya 2,5 tahun penjara. Selama di Lapas Siantar, tahanan teroris berada dalam sel khusus, berbeda dengan tahanan lainnya,"jelas Fahmi.

Pengembalian  Junaedi ke tempat asalnya, merupakan inisiatif Bapak Kapolres, demi menjaga keamanan dan ketertiban umum (Kamtibum) di wilayahnya, tambahnya.

"Tadi pagi, Pak Kapolres telah mengirim anggotanya untuk mengawal Junaedi dan menyerahkan langsung kepada keluarganya, di Cirebon,"ucap Fahmi, senada dengan Hiras.

Ditambahkan Hiras Silalahi, pihaknya sangat  berterimakasih dan mengapresiasi inisiatif Kapolres Simalungun yang begitu antusias dalam pengembalian mantan napi teroris tersebut.                 

Alasan Kapolres dalam melakukan pengawalan, demi keamanan dan ketertiban masyarakat Simalungun. Mengingat selama 2,5 tahun, mantan napi teroris tersebut, dititip  dari Lapas Kelapa Dua Depok dan menjadi penghuni sel khusus  di Lapas Siantar.

Ia tidak mau ikut upacara nasional dan tidak mengakui Pancasila, walau pihak BNPT, bersama Kasi Pembinaan selalu melakukan pencerahan, sebut Fahmi.                  

"Kalau kami dari pihak Lapas, kalau sudah bebas ya sudah keluar saja dari pintu gerbang,"ungkapnya.

Untuk itu, Kapolres Simalungun dengan biaya sendiri, melakukan pengawalan dalam pemulangan Junaedi, mantan napi teroris melalui bandara.

Penulis: ay. Editor: gun.