HETANEWS

Kejari Siantar Mengaku Sudah Terima Hasil BPKP Terkait Kasus Proyek Smart City

Kasi Intel Kejari Siantar, BAS Faomasi Jaya Laia SH MH. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Santernya berita di berbagai media, tidak ditahannya Posma Sitorus, Kadis Kominfo Siantar dan Acay  Sijabat oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, sejak ditetapkan sebagai tersangka, pada 22 Juli 201,9 lalu, dengan alasan masih menunggu hasil perhitungan ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Terkait hal itu, Kasi Intel Kejari Siantar, BAS Faomasi Jaya Laia SH MH yang dikonfirmasi hetanews.com, di ruang kerjanya, Senin (20/1/2020) mengungkapkan, jika perhitungan telah diterima pihak Kejaksaan.

"Kami sudah menerima hasil perhitungan kerugian negara terkait kasus tersebut, prosesnya tinggal mem-BAP ahli,"jelasnya.

Ketika diburu dengan pertanyaan lainnya "kemaren menunggu perhitungan, sudah diterima, masih menunggu keterangan ahli lagi, jadi kapan ditahan pak", tanya wartawan.

Baca juga: Status Tersangka Masih Dipertahankan Jadi Kadis, Zainal: Kita Azas Praduga Tak Bersalah

"Kita pastikan akan melakukan penahanan, setelah prosesnya lengkap. Jaksa tidak mau terburu-buru, karena semua dilakukan dengan tahapan yang benar - benar matang, sehingga semua unsur yang kita dakwakan nantinya  dapat terpenuhi,"jelasnya lagi.

Posma dan Acay menjadi tersangka dalam kasus pengadaan smart city yang menggunakan dana APBD Pemko Siantar tahun 2017. Dalam hal ini, pihak Kejari telah memeriksa sejumlah saksi-saksi dan juga mengumpulkan alat bukti, serta melakukan penggeledahan ruang IT Pemko tersebut.

Diduga proyek smart city, tak sesuai dengan RAB dan mengakibatkan kerugian negara.

Masyarakat juga berharap, agar pihak Kejari Siantar dapat segera menuntaskan kasus ini, agar status tersangka Posma dan Acay, segera mendapat kepastian hukum.

Penulis: ay. Editor: gun.