HETANEWS

Spanduk HMI Sindir Anggota DPRD

Sebuah spanduk yang dipajang oleh HMI Pematangsiantar. [foto:istimewa]

Siantar, hetanews.com – Himpunan Mahasiswa Islam [HMI] Pematangsiantar kembali memajang spanduk bertuliskan kritikan. Kali ini HMI mengkritik anggota DPRD yang tidak menggunakan hak interpelasi.

Spanduk itu didasari surat HMI ke DPRD Pematangsiantar terkait kondisi pemerintahan di era pemerintahan Hefriansyah-Togar Sitorus.

“Iya benar. Kita surati DPRD terkait hak interpelasi-nya. Kita minta DPRD agar melaksanakan Hak Interpelasinya dan sekarang sudah Hak Angket. Biar gak lama-lama prosesnya,” kata Ketua HMI Pematangsiantar, Jhoni Arifin Tarigan, Senin (20/1/2020).

Baca juga: Hefriansyah Diberikan Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Mangkraknya Pembangunan Tugu Sangnaualuh Oleh HMI

HMI Pematangsiantar melayangkan surat tersebut pada pertengahan Desember 2019.”Suratnya sudah lama kami layangkan. Sementara baru 2 minggu yang lalu kalau gak salah ada [usulan] Hak Interpelasi. Orang ini [Anggota DPRD] kan lamban kali,”ujarnya.

Spanduk yang bertuliskan “Anggota DPRD yang tidak mau menjalankan hak interpelasinya dalam fungsi pengawasan ‘jangan menjadi pecundang’.” kata Jhoni, memang bermaksud menyindir Anggota DPRD.

“Spanduk kami itu kan menyindir anggota Dewan yang tidak setuju [Angket/Interpelasi]. Kabarnya ada 5 orang. Apa kabar dengan mereka? Apa alasan mereka tidak melanjuti permohonan kami,” ungkapnya.

Baca juga: Rasa Tak Yakin Akan Hak Interpelasi DPRD

Hak Interpelasi yang kemudian diajukan menjadi Hak Angket DPRD ke Walikota Hefriansyah, besok Selasa (21/1) akan ditindaklanjuti dengan rapat Badan Musyawarah [Banmus] DPRD.

Agenda rapat besok yakni penjadwalan Paripurna I masa sidang II DPRD Pematangsiantar tahun 2020 tentang pengajuan Hak Angket.

“Dari hak angket itu maunya adalah kejelasan yang pasti. Jangan nanti dari Hak Angket ini tidak jelas juga masalah hukumnya. Kalau memang sudah pantas dimakzulkan [Walikota] kenapa tidak,” tegas Jhoni.

Baca juga: Pasca Usulan Hak Angket DPRD Rapat Banmus

Penulis: gee. Editor: edo.