HETANEWS

Pemerkosaan Remaja oleh 4 Pria di Tobasa Sempat Dirahasiakan, Korban Hamil 6 Bulan

Tobasa, hetanews.com - Empat pria terduga pelaku tindak kejahatan pemerkosaan remaja usia 14 tahun ditahan di Mako Polres Tobasa, Minggu (19/1/2020).

Kasatreskrim Polres Tobasa AKP Nelson Sipahutar menyampaikan, keempatnya dijemput paksa di Desa Horsik, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir pada Sabtu, 18 Januari 2020.

"Benar, kami telah mengumpulkan keterangan dan bukti dan empat pria diduga pelakunya telah diamankan di Polres Toba Samosir," kata Nelson.

Menurut Nelson kejadian itu diketahui Polres Tobasa pada Sabtu 18 Januari 2020 sekira pukul 17.00 WIB dari masyarakat.

Pencabulan terhadap remaja 14 tahun atau gadis di bawah umur desa Horsik tersebut berujung pada kehamilan.

Menindaklanjuti info tersebut Unit PPA dan tim Resmob sat reskrim Polres Tobasa dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Nelson Sipahutar meluncur ke lokasi.

Setelah bertemu dengan korban dan orang tuanya serta aparat desa, dari hasil keterangan korban yang membenarkan kejadian tersebut selanjutnya 4 orang laki-laki dewasa 2 yang diduga pelakunya langsung diamankan dari tempat yang berbeda.  

Keempatnya ternyata sudah paruh baya masing-masing antara lain AS (62), SS (62), AS (62) dan ARC (30).

Kejadian persetubuhan dan pencabulan tersebut dilakukan para tersangka sejak bulan September 2019 sampai Januari 2020.

"Menurut keterangan bidan desa horsik yang melakukan pemeriksaan terhadap korban mengatakan bahwa korban diperkirakan sudah hamil jalan 5 bulan. Selanjutnya para tersangka sudah diamankan di Polres Tobasa untuk dilakukan proses penyidikan dan terhadap korban akan dilakukan visum dan koordinasi dengan dokter kandungan," terang Nelson.

Informasi dihimpun, empat pria dewasa, salah satu diantaranya menjabat sebagai Ketua BPD Horsik.

Kasus yang selama ini sengaja dirahasiakan, adanya itikad baik rencana melakukan perdamaian secara kekeluargaan akan dilaksanakan oleh kedua belah pihak di Desa Horsik, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.

Ke-empat pria dewasa tak bermoral itu melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap anak dibawah umur masih berusia 14 tahun berinisial NS ini sebelumnya sengaja dirahasiakan supaya para pelaku tidak melarikan diri, sembari menunggu kehadiran paman korban datang untuk melihat situasi korban.

Seiring berjalannya waktu akibat perlakuan ke empat pria dewasa ini, perut korban kian membesar dan saat ini usia kehamilannya diperkirakan berusia 6 bulan.

Menurut keterangan warga sekitar, modus prilaku ke empatnya beragam cara hingga membujuk korban ke kamar mandi salah satu warung kopi di desa itu, milik AS salah seorang pelakunya. Tiga orang diantara pelaku cabul berstatus duda, sejak istri ketiganya ini meninggal dunia. 

Berhasil bujuk rayu lalu melakukan hubungan layaknya suami istri di dalam kamar mandi, AS memberikan uang sebesar Rp 20.000, Sedangkan pelaku lainnya, masing masing memberikan uang sebesar Rp 10.000 - Rp 15.000, setelah berhasil melampiaskan nafsu bejatnya terhadap gadis belia itu.

Miris, setelah diketahui kondisi kehidupan keluarga korban sangat memprihatinkan dan terkait kasus yang menimpa korban oleh warga sekitar berusaha menghalang-halangi pihak keluarga korban berkeinginan melaporkan kepada pihak kepolisiian.

Akhirnya oleh warga, keempat pelaku diarak ke Kantor Kepala Desa Horsik dalam upaya melakukan perdamaian secara kekeluargaan.

Minimnya ilmu dan pengetahuan pihak keluarga korban, atas arahan warga kedua orang tua dan saudara kandung korban bersedia hadir ke Kantor Kepala Desa setempat.

Terjadinya mediasi antara ke empat pelaku dalam pertemuan itu, menurut keterangan Jul (abang korban) melalui salah seorang warga, surat perjanjian damai disepakati pihak pelaku menyerahkan uang Rp35.000.000, dan dijanjikan penyerahan oleh pelaku pada Sabtu (18/01/2020).

Namun, surat perdamaian itu belum ditandatangani oleh pihak keluarga korban, sebab uang tersebut belum diterima.

Rencananya, digunakan untuk biaya persalinan dan biaya membesarkan anak yang ada di dalam kandungan korban nantinya.

Kepala Desa Horsik Nurly Boru Sirait mengaku telah mengetahui kejadian yang dialami korban dan adanya pertemuan antara ke empat pelaku dengan pihak korban dalam upaya perdamaian.

"Untuk lebih jelasnya, silahkan ke Polres," kata Kepala Desa Horsik.

sumber: tribun-medan.com

Editor: bt.