HETANEWS

Ini Kesepakatan Bupati dan Pemilik Restoran Usai Viral 2 Ayam Rp 800 Ribu

Bupati Diari datangi Rumah Makan Malau Napinadar yang sempat viral.

Dairi, hetanews.com - Bupati Dairi, Sumatera Utara (Sumut), Eddy KA Berutu mendatangi rumah makan (RM) yang sempat viral karena menghargai 2 ekor ayam Rp 800 ribu. Ada kesepakatan-kesepakatan yang dibuat antara Bupati Dairi dan pihak restoran.

"Ya (diberi saran). Sekalian daftar menu sudah dibuat seperti yang diminta Disperindag. Banyak wejangan yang diberikan," kata pemilik rumah makan Malau Napinadar Sidikalang, Lambok Roy Marteen Malau, saat dihubungi, Senin (20/1/2020).

Dia mengatakan saat itu Bupati Diari didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dairi. Mereka sempat mengecek pajak dan izin usaha.

Bupati Diari meminta pihak RM Malau Napinadar membuat daftar menu agar ada keterbukaan sehingga pelanggan bisa tahu soal daftar makanan dan harganya.

"Kita sempat ada daftar makanan. Cuma karena menu kita itu-itu saja, jadi kita tidak buat daftar makanan. Cuma kita buat kesepakatan, yaitu buat daftar menu. Pak Bupati bilang ke kita tolong dibuatkan kembali biar pembeli tahu," ujarnya.

Lambok mengatakan pihaknya juga akan melayani pelanggan dengan lebih ramah. Saran itu diberikan setelah viralnya video pelanggan yang protes.

Dia mengatakan pihak restoran sempat emosi karena terus ditanya-tanya oleh pelanggan yang protes. Dia mengatakan protes tersebut mengganggu kerja karena saat itu juga ada banyak pelanggan lain. Namun, terlepas dari hal tersebut, Lambok mengatakan pihaknya juga menyatakan minta maaf kepada pelanggan.

Baca juga: Setop Bully secara Berlebihan tentang Ayam Napinadar Sidikalang yang Mahal

 

Ini Kesepakatan Bupati dan Pemilik Restoran Usai Viral 2 Ayam Rp 800 Ribu
Foto: Dok. Pribadi

"Dan di video itu kita ada sempat marah. Namanya kita kerja, situasional, kalau ditanya-tanya kan kita risih juga saat bekerja. Pak Bupati, minta kita lebih ramah ke pelanggan," kata Lambok.

"Kalau di acara yang di video itu kan suasana lagi ramai. Kenapa cuma dia yang komplain?" tuturnya.

Bupati Diari juga meminta pihak RM Malau Napinadar tak memperpanjang masalah video yang viral. Pihak RM Malau Napinadar pun sepakat untuk terbuka terhadap kritik dan saran dari pelanggan. Lambok menampilkan nomor teleponnya di laman Facebooknya.

Lalu bagaimana soal harga makanan?

"(Yang di video viral kan) Suasananya saat itu Natal dan tahun baru. Tahu sendiri lah kalau tahun baru, harga barang-barang naik. Dan terlebih harga daging ayam kampung. Itu kan masaknya dengan cara khas. Harga sudah normal kembali karena sudah lewat tahun baru," tuturnya.

Lambok mengatakan saat itu harga ayam sedang tinggi karena masih suasana Natal dan tahun baru. Selain itu, ayam jadi pilihan utama karena saat itu sedang ramai kolera babi. Di luar situasi itu, dia menjelaskan bahwa 2 ekor ayam dihargai Rp 800 ribu normal, mengingat pelanggan yang protes itu berjumlah 10 orang.

Dia mengatakan, seusai kejadian tersebut, banyak pelanggan yang datang ke restorannya.

"Setelah video rumah makan itu, jadi makin banyak orang yang tahu. Mungkin penasaran. Kalau harga normal makan di sini cuma Rp 35-40 ribu," kata dia.

sumber: detik.com

Editor: sella.