HETANEWS

Pos Pelabuhan Tigaraja Tak Dijaga, Penumpang Kapal Diminta Isi Sendiri Daftar Manifes

Pos manifest tampak kosong tanpa penjagaan petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun, Senin (20/1/2020).

Tigaraja, hetanews.com - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Simalungun tidak konsisten memantau aktivitas transportasi kapal di Danau Toba.

Petugas Dishub hanya tampak menjaga pos manifes penumpang (daftar penumpang) pada saat hari-hari besar saja atau saat ada kunjungan petinggi.

Pantauan tribun-medan.com di Pelabuhan Tigaraja, Kabupaten Simalungun, Senin (20/1/2020), pos petugas Dishub tampak kosong. Tidak ada personel Dishub yang berjaga memerhatikan kapal yang datang atau yang berangkat. Pada pos penjagaan yang kosong tampak ditinggalkan secarik kertas dan pulpen.

Para penumpang yang akan berpergian ke ke Kabupaten Samosir tampak ada yang tidak mencatat data diri.

Ada juga para penumpang kapal tampak menuliskan sendiri data diri. Namun, tidak sedikit yang tidak peduli dengan data diri. Karena, tidak ada pengawasan dari Dinas Perhubungan.

Pengunjung dari mancanegara juga terlihat tidak peduli dengan manifes karena tidak ada petugas yang mengarahkan.

Biston seorang penumpang yang hendak ke Samosir mengatakan kejadian ini kerap terjadi di Kabupaten Simalungun.

Ia membandingkan dengan pos penjagaan manifes di Tomok dan Ajibata yang selalu diawasi petugas Dinas Perhubungan.

Menurutnya, petugas Dishub hanya datang sekali sehari di Ajibata untuk melihat daftar nama manifes. Lalu, petugas langsung pergi lagi.

"Petugas sering tidak ada di Pelabuhan Tigaraja. Mereka cuma sekali saja lihat kertas manifes apakah sudah terisi banyak atau tidak. Lalu mereka pergi lagi. Beda dengan Samosir dan Tobasa yang selalu mengawasi,"ujarnya.

Biston menilai pemerintah kurang serius dalam mengawasi aktivitas transportasi kapal di Kabupaten Simalungun. Padahal, pascatragedi KM Sinar Bangun 2018 banyak kegiatan yang dilaksanakan untuk mengingatkan masyarakat untuk menjaga keselamatan.

Biston mengungkapkan selama bertolak dari Tigaraja, daftar data penumpang hanya didata dari dalam kapal.

"Banyak kegiatan dengan anggaran besar untuk mengutamakan keselamatan transportasi. Tapi, pemerintah sendiri terkesan tidak peduli. Saya pribadi kalau bertolak dari Tigaraja didata dari dalam kapal. Bukan dari pos penjagaan itu,"ujarnya.

Ia mengatakan ketidakpedulian petugas Dishub terus terjadi di hari-hari biasa. Petugas hanya rajin saat kunjungan pejabat dan hari besar.

"Penjagaan pos sudah menjadi tugas dari Dishub. Kerjakanlah kewajibannya,"ujarnya.

Seperti diketahui, Bupati Simalungun JR Saragih melakukan monitoring pos pelabuhan pada 31 Desember 2019. Dalam monitoring itu tampak semua berjalan dengan sesuai prosedur. Kekosongan pos penjagaan terjadi usai kunjungan itu lagi.

Sumber: tribunmedan.com 

Editor: suci.