HETANEWS

Dua Warga Dopar Minta Hukumannya Diringankan Usai Diancam 1 Tahun Bui

Kedua terdakwa saat mendengarkan tuntutan, di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dua warga Dusun Marihat Lama, Nagori Marihat Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan (Dopar), Jekman Sinaga (45) dan Harontis Pakpahan als Lukman (30), masing - masing dituntut 1 tahun penjara oleh jaksa, Juna Karo-Karo SH, di PN Simalungun, Senin (20/1/2020).

Atas tuntutan tersebut, keduanya secara bergantian memohon agar hukumannya diringankan oleh  majelis hakim, pimpinan Novarina Manurung.

"Saya mohon agar hukuman saya dikurangi bu hakim, saya menyesal,"kata terdakwa, siang tadi.

Menurut jaksa penuntut umum (JPU), kedua terdakwa telah terbukti bersalah melanggar pasal 170 (2) ke-1 KUH Pidana. Keduanya terbukti pada Kamis, 27 September 2019 lalu, memukul atau melakukan penganiayaan terhadap saksi korban Holder Lumbanraja.

Perbuatan itu, dilakukan keduanya di jalan umum, di depan rumah Pantas Sinaga, di kampungnya. Awalnya, saksi korban yang datang ke sawahnya, lalu mencangkul tanah, agar air dapat mengalir ke sawah miliknya. Tapi dilarang kedua terdakwa karena air yang diambil berasal dari darah milik mertuanya, sehingga terjadi pertengkaran.

Lalu saat saksi korban pulang diikuti oleh kedua terdakwa, dan belum sampai di rumah terjadi pertengkaran dan keduanya memukul bagian wajah korban, hingga terjatuh dan berdarah. Pemukulan berhenti setelah dibantu warga, akibatnya korban luka sesuai visum dokter dari Puskesmas Tiga Dolok.

Untuk pembacaan putusan, majelis hakim dibantu panitera, Marthin Sitorus, menunda persidangan hingga Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.