HETANEWS

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Khagendra Thapa Magar, manusia terkecil di dunia asal Nepal dengan tinggi 67,08 sentimeter. Khagendra dilaporkan meninggal dalam usia 27 tahun.(AFP/PRAKASH MATHEMA via New York Post)

Kathmandu, hetanews.com - Khagendra Thapa Magar, manusia terkecil di dunia asal Nepal, dilaporkan meninggal dunia pada usia 27 tahun. Dia masuk ke dalam buku rekor Guinness World Records pada 2010 saat berumur 18 tahun, dengan tinggi 67,08 sentimeter.

Magar dilaporkan meninggal dalam usia 27 tahun pada Jumat (17/1/2020) setelah bergelut dengan asma, pneumonia, dan masalah jantung.Kabar meninggalnya manusia terkecil di dunia itu dibenarkan saudaranya, Mahesh, seperti dilansir AFP via New York Post Sabtu (18/1/2020).

"Dia sering keluar masuk rumah sakit karena pneumonia. Namun kali ini, jantungnya juga terdampak," ucap Mahesh.Anak dari penjual buah di Nepal, Magar menjadi idola di negaranya, dan didapuk sebagai Duta untuk Pariwisata.

Lahir pada 14 Oktober 1992, dia menorehkan rekor dunia setelah secara resmi diukur di Rumah Sakit Kota Fewa pada 2010 silam. Sang ayah menuturkan, Magar begitu kecil sehingga tubuhnya muat dalam tangkupan tanganya ketika dia lahir.

"Saya sangat kesulitan untuk sekadar memandikannya karena dia begitu kecil," tutur ayahnya seperti dikutip Sky News. Suka bermain gitar dan mengendarai motor, Magar mendokumentasikan setiap pengalaman nidupnya pada 2018 lalu. Magar disebut mendapatkan titel untuk gelar manusia terkecil di dunia yang bisa berjalan versi Guinness World Records.

Dia menggamitnya dari Edward Hernandez, seorang pria asal Kolombia yang saat diukur, tingginya adalah 70,21 sentimeter. Gelar Magar sempat terenggut dari rekan sebangsanya, Chandra Bahadur Dangi, ditemukan dengan tinggi 54,6 sentimeter.

Namun, dia mendapatkannya lagi setelah Dangi meninggal pada 2015. Kini dengan kematian Magar, titel tersebut kembali kepada Hernandez.

Pemimpin Redaksi Guinness World Records, Craig Glenday yang pertama kali menemukannya saat berkunjung ke Italia, menyampaikan belasungkawa. "Senyum cerahnya begitu membuncah, sehingga dia melelehkan setiap hati orang yang pernah bertemu dengannya," terang Glenday.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.