HETANEWS

CFD Siantar Kehilangan Warna, Senam Zumba yang Tonjolkan Goyang Dada dan Bokong Diprotes Warga

Pemandangan Car Free Day (CFD) Siantar yang mulai kehilangan warna, dan penampilan senam zumba yang diprotes warga karena tonjolkan goyang dada dan bokong. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com – Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan Pemko Siantar setiap Minggu pagi, di jalan H Adam Malik, tampaknya mulai kehilangan warna dan terkesan ditinggalkan masyarakat. Pandangan ini terlihat, pada Minggu (19/1/2020) pagi tadi yang tampak sepi dari biasanya.

Diawal kegiatan CFD, masyarakat Siantar begitu antusias, mulai anak - anak, remaja dan orang dewasa, tampak turut merasakan keberadaan ruang terbuka yang diadakan Pemko setiap minggunya tersebut.

Awalnya, CFD penuh kreativitas, dan inovatif. Karena selain olahraga, bermain, dan lomba, di kegiatan ini juga ada aneka kuliner, tampilan musik dan lainnya.

Kini anak hanya jadi penonton, duduk di pinggiran dan sesekali memainkan HP-nya, karena tak ada ruang untuk mereka. Juga kaum remaja yang hanya duduk melihat emak - emak "dance".

Pemandangan ini dikomentari salah seorang ibu, N br Net, ketika berbincang - bincang dengan Hetanews.com.

"Senam apa ini, goyang - goyang dada, dan bokong kurang etis dilakukan di lapangan terbuka,"katanya, yang hanya duduk di pinggiran lapangan.

Memang benar, di awal kehadirannya CFD, menyajikan senam kesegaran yang bisa diikuti anak, remaja, kaum ibu dan bapak. Kini tidak lagi, senam yang katanya lagi trend itu, namanya senam "Zumba".

Senam ini bukan untuk masyarakat, tapi komunitas. "Lihatlah..di sana hanya komunitas yang suka itu, ada kaum bapak yang semakin dekat, ingin melihat goyang - goyang seperti itu, tapi ada juga kaum bapak, bahkan kaum ibu yang risih dan pergi meninggalkan lokasi CFD,"kata seorang ibu sambil menunjuk ke arah instruktur yang terus menggoyangkan dadanya dan bokongnya.

Harusnya, zumba itu cukup dilakukan dalam ruangan (indoor), atau kaum muda yang suka saja. CFD adalah ruang terbuka, sebaiknya lebih humanis lagi, kata warga menanggapi.

Disisi lainnya, Irwansyah juga membenarkan, jika CFD di 2 Minggu terakhir, sepi pengunjung.

"Pemko harusnya merubah tampilan CFD, dengan tema yang berbeda, namun tetap bisa menghibur anak, remaja dan dewasa, bukan komunitas saja,"katanya.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.