HETANEWS.COM

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Anak hakim PN Medan Jamaludin (55), Rajif (berkacamata) datang dan melihat lokasi penemuan mayat ayahnya di dalam mobil di jurang kebun sawit di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, pada Kamis (16/1/2020). Menurutnya, JP sering ke rumahnya bermain dam batu.(KOMPAS.COM/DEWANTORO)

Hetanews.com - Anak kedua Hakim PN Medan Jamaluddin, Rajif berharap para pelaku pembunuh ayahnya dihukum seumur hidup. Kegeraman itu diutarakan Rajif setelah ia mengikuti rekonstruksi pembunuhan ayahnya pada Kamis (16/1/2020) lalu. Rajif tak menyangka, otak di balik semua skenario pembunuhan tersebut adalah Zuraida Hanum dan lelaki yang akan ia nikahi, Jeffry Pratama.

Lebih-lebih, mereka membunuh Jamaluddin dengan cara yang tak manusiawi.Rajif menginginkan, Zuraida dan dua eksekutor pembunuhan ayahnya dihukum seberat-beratnya. "Seumur hidup," katanya.

Dibekap dengan seprai bantal

Begini proses para tersangka membawa hakim PN Medan, Jamaludin yang sudah meninggal dunia dari kamar ke dalam menuju mobil Toyota Prado milik korban. Opsi membuang korban dilakukan setelah para tersangka berdebat karena tidak sesuai dengan skenario.(KOMPAS.COM/DEWANTORO

Zuraida menyewa dua eksekutor yakni pria yang akan ia nikahi Jeffry Pratama dan adiknya, Reza Fahlevi. Pembunuhan itu terjadi pada 29 November sekitar pukul 01.00 WIB. Awalnya, Zuraida menjemput dua eksekutor ke rumahnya untuk melakukan pembunuhan. Jeffry dan Reza lalu menunggu di lantai 3.

Setelah Jamaluddin datang dan tertidur, Zuraida memberi kode pada Jeffry dan Reza agar keduanya turun. Reza kemudian membekap hidung dan mulut korban dengan kain. Sedangkan Jeffry memegang tangan Jamaluddin. Zuraida membantu dengan menindih kaki korban agar tidak bisa bergerak.

Dibuang ke jurang

Suasana saat rekonstruksi pembunuhan hakim PN Medan, Jamaludin (55) di dalam kamarnya. Di kamar ini lah korban dibekap korban hingga tewas. Para tersangka sempat berdebat karena tidak sesuai skenario, wajah korban lebam karena kerasnya dibekap.(KOMPAS.COM/DEWANTORO)

Setelah dibekap, ternyata muncul lebam pada hidung korban. Padahal mereka merancang skenario agar kematian Jamaluddin seolah-olah disebabkan karena penyakit jantung.

Mereka memutuskan membuang jasad Jamaluddin saat fajar. Sehingga Zuraida sempat tidur dengan jasad suaminya selama kurang lebih tiga jam sebelum jasad itu dibuang.

Ketiganya kemudian memasukkan jasad Jamaluddin ke dalam mobil. Jasad dibuang ke jurang area kebun sawit, Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang sekitar pukul 04.00 WIB.

Anak Duga Pelaku Cabut CCTV

Anak hakim PN Medan, Jamaludin (55), Rajif (tengah dan berkacamata) datang dan melihat lokasi penemuan mayat ayahnya di dalam mobil di jurang kebun sawit di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, pada Kamis (16/1/2020). Menurutnya, JP sering ke rumahnya bermain dam batu.(KOMPAS.COM/DEWANTORO)

Di dinding lantai dua rumah Jamaluddin sebenarnya terpasang sebuah kamera CCTV. CCTV itu mengarah ke tangga dari lantai bawah. Sebelah kanan CCTV adalah kamar Jamaluddin.

Namun, berdasarkan keterangan, CCTV tersebut sudah mati sebelum peristiwa terjadi. Anak Jamaluddin Rajif curiga, CCTV itu memang sengaja dicabut oleh pelaku agar tidak dapat merekam pembunuhan tersebut."Saya mulai curiga, katanya ada yang tabrak pagar padahal enggak. CCTV rusak padahal dicabut sama dia (pelaku)," kata Rajif.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!