HETANEWS

Anggota DPRD Paluta Ini Marah-marah karena Listrik Sering Mati

Anggota Komisi A DPRD Paluta saat marah-marah di kantor PLN cabang Gunung Tua karena krisis listrik di Kecamatan Dolok. (Foto: iNews/Abdul Rahman)

Paluta, hetanews.com - Rombongan anggota DPRD Padanglawas Utara (Paluta) mendatangi Kantor PLN cabang Gunung Tua, Jumat (17/1/2020).

Kedatangan para wakil rakyat ini untuk meminta penjelasan atas gangguan listrik yang kerap terjadi di Kecamatan Dolok selang empat bulan terakhir.

Pantauan iNews, rombongan yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) yakni anggota Komisi A DPRD Sumut M Amin Siregar, Mariasin Pane dan Samsudin Harahap.

Turut pula Camat Dolok Kahirul Rajak dan perwakilan OKP. Namun kedatangan rombongan hanya diterima supervisor PLN cabang Gunung Tua karena manager cabang tak berada di lokasi.

Saat sidak tersebut, M Amin Siregar tampak tak dapat menahan amarahnya. Dia marah-marah atas kinerja perusahaan plat merah tersebut dalam melayani kelistrikan di wilayah Kecamatan Dolok.

“Kami bertiga ini kalau lewat di Dolok diludahi masyarakat. Pelayanan listrik ini tanggung jawab PLN, namun warga tidak mau tahu. Mereka maunya kami menyelesaikan persoalan ini. Setiap harinya, listrik mati delapan kali sehari di sana,” ujar M Amin Siregar, Jumat (17/1/2020).

Amin mengaku kesal karena tidak mendapat jawaban atas permasalahan tersebut. Dia meminta PLN terbuka untuk apa yang menjadi permasalahan kelistrikan di Kecamatan Dolok.

“Inilah mengapa kami turun ke sini. Kalau alasan jaringan rusak kenapa tidak ada perbaikan, pemeliharaan. Alasan gangguan karena pohon, kan bisa pohonnya dipangkas,” katanya.

Sementara seorang pegawai PLN cabang Gunung Tua Kholidin mengaku tak bisa memberi keterangan apapun. Dia tak memiliki kapasitas untuk karena semua keputusan ada kepada manager.

“Bapak lagi ada rapat di luar. Nanti akan dibuat jadwal untuk pertemuan,” katanya.

Sementara Camat Dolok Kahirul Rajak mengungkapkan, mati listrik di wilayahnya sudah terjadi selang empat bulan terakhir. Banyak warga datang ke kantor kecamatan untuk mengadukan soal mati listrik.

“Kami minta PLN mohon serius. Mati lampunya itu terjadi setiap hari. Bisa delapan sampai Sembilan kali,” kata Rajak.

sumber: iNews.id

Editor: gun.