HETANEWS

Saling: Bagaimana Menjadi Seorang Pemimpin Jika Tidak Mampu Memimpin Keluarganya

Siantar, hetanews.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 sudah dekat, berbagai gerakan politik telah dilakukan kandidat Bakal Calon (Balon), mulai dari bertemu dengan masyarakat sampai melakukan loby-loby Politik kepada Partai Politik (Parpol), dan masyarakat kita dihadapkan wajah-wajah yang akan menjadi pemimpin di Kota Siantar ini, hal ini menarik perhatian dari Sahabat Lingkungan (Saling) dalam memberikan refrensi kepada masyarakat untuk memilih pemimpinnya.

Salah satu aktivis Saling Agus Tarigan, Jumat (17/01/2020) menyebutkan jika untuk memilih seorang pemimpin melihat bagaimana track rekord dari kandidat tersebut, terkhusus bagaimana dirinya menjadi pemimpin dikeluarganya sendiri.

"Sebelum memilih kita harus melihat hal yang paling sederhana saja, ita juga harus melihat bagaimana track rekord kandidat-kandidat itu, dan terpenting bagaimana dia memimpin keluarganya, karena bagaimana mungkin dia memimpin sekitar 247 ribu orang sedangkan keluarganya sendiri dia tidak mampu, "sebutnya.

Masih kata Agus jika selama ini Saling selain berfokus kepada lingkungan, mereka juga berfokus kepada pemberantasan Narkoba, sebab menurutnya Kota Siantar sudah dalam zona bahaya Narkoba.

"Siantar ini sudah dalam zona gawat Narkoba, jadi kita harapkan nantinya pemimpin di Siantar itu bebas bahkan mau bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam memberantas Narkoba, melalui program-program pemerintah daerah,"ucapnya.

Lanjut Agus memang benar tugas utama dalam pemberantasan Narkoba adalah tugas dari APH, namun hal ini bisa dibantu oleh Pemda dalam pemberantasannya.

"Jangan malah menyerahkan tugas itu sepenuhnya kepada APH, karena ini juga bisa dibantu oleh Pemerintah, karena Presiden sendiri saja sudah tegas menyebutkan agar memberantas Narkoba, tanpa dibantu oleh Pemda, keinginan dari Presiden itu menjadi sia-sia,"katanya.

Menurut Agus hal inilah harus jadi perhatian masyrakat untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota mendatang, dia berharap agar masyarakat melihat track rekord dari kandidat-kandidat calon.

"Makanya itu saya katakan dari awal, sebelum memilih lihatlah track rekordnya. Gimana mau memimpin suatu daerah dgn jmlh masyarakat nya ribuan, klw memimpin keluarganya aja dia tidak mampu,"tutupnya.

Penulis: tom. Editor: tom.