HETANEWS

Belanja Sabu Untuk Dijual, Rinto Warga Samosir Diancam 5 Tahun Penjara

Pengacara Sintong menggiring terdakwa usai dituntut 5 tahun penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Rinto Sitohang als Rinto (33), warga Desa Suhut Nihuta Pardomuan, Kecamatan Palupi, Kabupaten Samosir, dituntut 5 tahun penjara, denda Rp800 juta subsider 6 bulan penjara, di PN Simalungun, Kamis (16/1/2020), lalu.

Menurut jaksa penuntut umum (JPU), Barry Sugiarto Sihombing, terdakwa telah terbukti bersalah, melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Rinto ditangkap usai membagi sabu yang telah dibelinya dari Gultom (DPO) seharga Rp300 ribu.

Terdakwa ditangkap petugas, pada Senin, 16 September 2019, lalu, dari dalam kamar lantai 2 Cafe California, di Girsang Sipangan Bolon. Polisi menemukan barang bukti, 3 paket sabu dari dalam casing HP.

Kepada petugas, Rinto mengakui, jika sabu yang dibeli dari Gultom, di Gerbang Gapura Ajibata Tobasa, dibagi menjadi 3 paket untuk dijual. Dua paket harga Rp150 ribu dan 1 paket harga Rp100 ribu.

Sabu seberat 0,28 gram, dinyatakan untuk dimusnahkan. Terdakwa didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, secara lisan memohon kepada majelis hakim agar hukumannya diringankan.

"Saya menyesal yang mulia, saya minta agar hukuman saya diringankan,"kata hakim, di depan persidangan, siang itu.

Untuk pembacaan putusan, majelis hakim, Roziyanti, Aries Ginting dan Justiar Ronald, menunda persidangan hingga Kamis mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.