HETANEWS

VIRAL PRIA Pegang Senjata Api Hentikan Mobil Pikap L300, AKP Suraedi Jelaskan Kronologinya

VIRAL PRIA Pegang Senjata Api Hentikan Mobil Pikap L300, AKP Suraedi Jelaskan Kronologinya

Brebes, hetanews.com - VIRAL PRIA Pegang Senjata Api Hentikan Mobil Pikap L300, AKP Suraedi Jelaskan Kronologinya.

Foto seorang pria menggenggam senjata api mendadak viral di media sosial Facebook.

Pria berpakaian sipil itu diduga anggota Polres Brebes. 

Dalam unggahan dituliskan pria tersebut menghentikan pengemudi mobil pikap L300 di daerah Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Kamis (16/1/2020).

Seorang pria bersenjata api menghentikan pengemudi mobil pick up L300 di Linggapura, Tonjong, Brebes, kemarin.
Seorang pria bersenjata api menghentikan pengemudi mobil pick up L300 di Linggapura, Tonjong, Brebes, kemarin.

Akan tetapi, postingan di Facebook dengan nama akun Mugi Darisman tersebut belakangan dihapus.

Hanya saja, postingan tersebut sudah terlanjur menyebar ke berbagai grup facebook dan viral.

Seorang saksi mata kejadian, Rudi Gunawan (38), dirinya melihat sendiri kejadian tersebut.

Peristiwa itu terjadi Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB di ruas jalan Tegal-Purwokerto tepatnya di Desa Linggapura, Tonjong, Brebes.

Diterangkan Rudi, mobil Jazz saat itu memepet pikap L300 dan berhenti di sekitar Pasar Linggapura.

Beberapa penumpang mobil Jazz keluar dan menghampiri sopir L300 termasuk seorang anggota Polres Brebes yang membawa senjata api itu.

"Mereka menegur sopir L300 agar berhati hati dalam mengemudikan mobilnya sambil meminta surat surat kendaraan.

Namun sopir L300 menolak dan marah, hingga akhirnya terjadi cek cok," kata pedagang bakso itu.

Dikatakannya, cek cok terjadi karena sopir pikap L300 menolak menunjukkan surat-surat kendaraan yang diminta.

Selain menolak, sopir juga melontarkan makian dan kata kotor.

Padahal, anggota yang belakangan diketahui anggota Polsek Salem, Bripda Arfiyan Setyo Pribadi, sudah menyampaikan jika dirinya seorang polisi.

Bahkan, Bripda Arfiyan juga menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) ke sopir tersebut.

"Mungkin sopir pikap L300 masih tidak percaya, sehingga dia (Bripda Arfiyan--red) menunjukkan pistol dan dipegang di tangan kirinya.

Jadi tidak ditodongkan," terangnya.

Setelah kejadian itu baru sopir L300 mau menunjukkan surat kendaraan kepada Bripda Arfiyan.

Setelah diperiksa, surat kendaraan dikembalikan dan mereka membubarkan diri.

Saat dikonfirmasi, Kasubbag Humas Polres Brebes, AKP Suraedi membenarkan jika pria pemegang senjata api merupakan anggota Polres Brebes.

Hanya saja, foto dan tulisan yang beredar luas melalui facebook, tidak seperti kejadian aslinya.

Suraedi menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat Bripda Arfiyan hendak pulang setelah memeriksakan bapaknya yang sedang sakit.

Dalam perjalanan di Linggapura, datang dari arah belakang mobil pikap L300 yang berjalan ugal-ugalan dan menyalip mobil Honda Jazz dari sisi kiri.

Hal ini membuat kaget seluruh penumpang mobil Jazz karena nyaris terjadi serempetan.

Merasa kesal, Bripda Arfiyan menegur sopir L300 agar berhati hati.

Namun teguran ini justru dibales dengan perkataan kotor dan kasar oleh sopir L300.

"Dia kemudian mengejar dan memperingatkan sopir L300 agar berhati hati.

Namun dibalas dengan perkataan kasar dan kotor sambil terus melaju secara ugal-ugalan," ungkapnya.

Karena membahayakan pengguna jalan lainnya, Bripda Arfiyan kemudian mengejar mobil pikap L300 dan berhasil menghentikannya di daerah Pasar Linggapura.

"Anggota kami kemudian meminta sopir L300 menunjukkan surat-surat kendaraan dan memperingatkan agar sopir tidak mengemudi ugal-ugalan.

Namun itu tidak diindahkan, justru sopir L300 melontarkan kata kotor," ucapnya.

Ia menambahkan, Bripda Arfiyan pun menunjukkan KTA kepada sopir L300.

Namun, sopir L300 masih belum percaya sehingga Bripda Arfiyan mengeluarkan senjata api pistol dan memegangnya menggunakan tangan kiri.

"Untuk meyakinkan kepada sopir L300, dia menunjukkan pistol. Jadi bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk meyakinkan saja bahwa dia polisi," jelasnya.

Pasca kejadian ini, Polres akan mengusut tuntas permasalahan tersebut. Termasuk akan memintai keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui kejadian yang menjadi viral itu. 

Sumber: tribunmedan.com 

Editor: suci.