HETANEWS

Pdt Dr (H.C) Willem TP Simarmata Kupas Soal Kepemimpinan Saat Jadi Pembicara di Sidang Majelis Pendeta GKPS

Anggota DPD RI, Pdt Dr (H.C) Willem TP Simarmata MA, saat sebagai pembicara tunggal di Sidang Majelis Pendeta GKPS, dan tampak didampingi Ephorus GKPS, Pdt Martin Rumanja Purba, M.Si, Kamis (16/1/2020), di Balai Bolon GKPS Siantar, jalan Pdt J Wismar Saragih Siantar.

Siantar, hetanews.com – Acara Sidang Majelis Pendeta Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), diwarnai dengan seminar, dengan mengundang Anggota DPD RI, Pdt Dr (H.C) Willem TP Simarmata MA, sebagai pembicara tunggal, Kamis (16/1/2020), di Balai Bolon GKPS Siantar, jalan Pdt J Wismar Saragih Siantar.

Pdt Dr (H.C) Willem TP Simarmata MA, yang sudah tidak asing lagi di lingkungan GKPS, mengupas soal kepemimpinan dengan judul makalahnya “Transformasi Kepemimpinan Pendeta GKPS bagi Kemasyuran nama Kristus”.

Dikatakannya, bahwa faktor penentu berhasilnya seorang pemimpin dalam suatu oragnisasi, baik dalam dunia usaha, maupun dalam dunia pendidikan, pemerintahan, politik, kesehatan dan agama merupakan kualitas kepemimpinan.

Dia pun masih meyakini, bahwa tidak pernah ada satupun model kepemimpinan yang ideal. Dan menurutnya, kepemimpinan adalah perpaduan karakter, proses pembentukan dan seni yang harus saling menyesuaikan diri terhadap konteks sosial masyarakat, dimana kepemimpinan itu dilakoni.

Para Pendeta GKPS saat mengikuti acara Sidang Majelis Pendeta GKPS.

“Dan tidak ada istilah pensiun bagi pelayan Tuhan di ladang Tuhan, walaupun saya sendiri telah memasuki masa pensiun menurut aturan gereja HKBP. Dan dalam pemahaman teologis, pendeta harus terpanggil menjadi pimpinan umat, selama kita masih kuat diberi usia oleh Tuhan,”ungkap Pdt Dr (H.C) Willem TP Simarmata, yang juga mantan Sekjen HKBP dan Ephorus HKBP ini.

Masih katanya, bahwa seseorang baru dapat menjadi pemimpin kalau dia adalah anggota dari satu organisasi atau kelompok. Dan kepemimpinan lebih bersangkut – paut dengan kewibawaan bukan dengan kuasa. “Wibawa itu dihormati, sedangkan kuasa itu ditakuti,”ucapnya.

Pdt Dr (H.C) Willem TP Simarmata juga menjelaskan bagaimana kepemimpian Musa yang diyakininya mampu mengarahkan para pendeta GKPS untuk memperlengkapi orang – orang kudus dalam konteks perubahan jaman yang serba cepat.

“Dan saat ini kita memasuki sebuah era yang dinamakan revolusi industri ke 4. Gereja dan persekutuan umat percaya terus ditantang dan dipaksa untuk mampu mengimbangi kecepatan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat, jika gereja tidak mau ditinggalkan oleh umatnya seperti yang terjadi di eropa,”ungkapnya mengingatkan.

Pada kesempatan itu, dia juga mengajak Pendeta untuk menghidupkan diakonia atau pelayanan gereja.

Anggota DPD RI, Pdt Dr (H.C) Willem TP Simarmata MA, saat menerima cendereta berupa ulos dari Pimpinan Pusat GKPS.

“Pendeta tidak hanya sekedar mengucapkan firman Tuhan, tapi juga harus dilakukan. Dan begitu juga dengan gereja. Gereja hadir bukan untuk dirinya tapi untuk orang lain,”ujar Pdt Dr (H.C) Willem TP Simarmata yang juga Moderator UEM, di hadapan ratusan Pendeta GKPS.

Di acara tersebut, Pdt Dr (H.C) Willem TP Simarmata, juga berterimakasih kepada pimpinan GKPS dan menjadi kehormatan dapat berdiskusi dengan para Pendeta GKPS.

Pantauan wartawan, suasana seminar tersebut berlangsung alot, dimana para peserta berlomba menyampaikan pertanyaan.

Dan tak jarang, para Pendeta GKPS tersebut meminta tips atau masukan, kepada Pdt Dr (H.C) WTP Simarmata, agar bisa menjadi sosok pemimpin yang berkarakter dan memiliki integritas, serta mampu melayani baik di daerah pedesaan hingga di daerah perkotaan, bahkan internasional.

Apalagi dalam pelayanannya, Pendeta GKPS tidak terlepas dari masalah budaya yang ada di masyarakat.

Anggota DPD RI, Pdt Dr (H.C) Willem TP Simarmata MA, saat foto bersama Pimpinan Pusat GKPS.

Terkait Sidang Majelis Pendeta GKPS ini, Ephorus GKPS, Pdt Martin Rumanja Purba, M.Si mengatakan, bahwa Sidang Majelis Pendeta GKPS ini merupakan program tahunan GKPS yang dilaksanakan setiap awal tahun. Dan pesertanya merupakan Pendeta GKPS se Indonesia dan dalam sidang ini, juga diadakan pemilihan Ketua Majelis Pendeta.

Ditambahkan Pdt Sarinus Sipayung, Kepala Biro Administrasi Kantor Pusat GKPS, bahwa  Sidang Majelis Pendeta GKPS ini diikuti sebanyak 331 peserta, yaitu 286 orang Pendeta yang masih aktif dan 45 yang sudah pensiun.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 15 – 17 Januari 2020 dan pihak panitia telah menyediakan penginapan para peserta, jelasnya.

Selain pemilihan Ketua Majelis Pendeta, lanjutnya, sidang ini juga akan merumuskan pembahasan masing – masing komisi, seperti komisi teologia, organisasi, administrasi, budaya dan badan kehormatan.

Sebagai kordinator dalam kegiatan ini, dia berharap agar semua agenda berjalan dengan lancar dan sesuai harapan bersama.   

Penulis: tim. Editor: gun.