HETANEWS

Biduan Keyboard Pemilik 0,7 Gram Sabu Pasrah Dihukum 6 Tahun Penjara

Titin dan Ilham berdiri mendengar vonis 6 tahun penjara, di PN Simalungun.  (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com -  Titin Andriyani als Titin (34) yang mengaku sebagai biduan, pasrah saat divonis 6 tahun penjara, denda Rp800 juta, subsider 3 bulan penjara oleh majelis hakim, pimpinan Novarina Manurung, di PN Simalungun, Kamis (16/1/2020).

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI.No.35/2009 tentang narkotika,"tegas Novarina Manurung.       

Terdakwa terlihat pasrah, meskipun hakim tak memberinya keringanan hukuman. Putusan itu sama dengan tuntutan jaksa, Juna Karo-Karo. Titin terbukti memiliki 0,7 gram sabu yang akan digunakan bersama Linggom (DPO).        

Sepaket sabu itu, dibeli dari keponakannya Budi (DPO), melalui  terdakwa M Ilham Siregar (24), warga jalan Cumi - cumi Siantar, yang juga divonis sama 6 tahun.

Warga jalan Tongkol, Kecamatan Siantar Timur ini, ditangkap Satres Narkoba Polres Simalungun, di jalan Asahan, Gang Farel Pasaribu, Kecamatan Siantar-Simalungun, pada Kamis (15/8/2019), lalu.

Titin ditinggalkan Linggom di TKP, dengan alasan mau beli rokok, lalu datang petugas menangkapnya. Uang yang digunakan membeli sabu seharga Rp200 ribu adalah milik Linggom.           

Petugas juga langsung menangkap M.Ilham Siregar dari salah satu Warnet, di jalan Patuan Anggi, depan SMAN 2 Siantar. Setelah ditangkap, Ilham mengaku menjual sabu kepada Titin karena disuruh Budi.         

Karena terdakwa Ilham mendapatkan upah Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, usai mengantar sabu.

Keduanya didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.           

Penulis: ay. Editor: gun.