HETANEWS.COM

Dengar 7 Tahun Penjara, Wanita Kurir Sabu Ini Menangis, Minta Hukuman Diperingan

Terdakwa Rini memohon keringanan hukuman, sambil menangis. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Ade Armi Setio Rini als Rini (31), warga Medan yang tinggal bersama pamannya, Rosa Handoyo als Doyok (sudah dihukum 6 tahun dan denda), di  Jalan Gotong Royong Parapat, dituntut jaksa, 7 tahun penjara, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara. Tuntutan pidana itu, dibacakan jaksa Juna Karo-Karo SH, di PN Simalungun, Kamis (16/1/2020).

Menurut jaksa, terdakwa telah terbukti memiliki 9 paket sabu seberat 3,67 gram (bruto) dan timbangan digital. Rini dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Mestinya Rini dijerat dengan pasal sebagai kurir atau penjual, karena terdakwa ditangkap berdasarkan pengakuan Sigit Ruso Nugroho (42) yang ditangkap dari Terminal Sosor Saba Parapat. Dengan 2 paket sabu yang diakuinya dibeli dari terdakwa Rini, seharga 300 ribu.

Rini pun langsung diamankan dari rumah terdakwa Doyok, pada Kamis, 18 Juli 2019, lalu.

Melihat kedatangan petugas, Rini berusaha kabur, masuk ke kamar mandi dan berupaya menghilangkan barang bukti. Tapi petugas Satreskoba Narkoba Polres Simalungun berhasil mengamankan terdakwa dengan barang bukti 9 paket sabu dan timbangan digital.

Rini terlihat terus menangis saat memasuki ruang sidang, sebelum tuntutan dibacakan. Setelah tuntutan dibacakan, Rini semakin menangis dan mengajukan nota pembelaan kepada hakim, agar hukumannya diringankan.

"Saya menyesal yang mulia, saya tulang punggung keluarga dan ibu saya sakit - sakitan, mohon hukuman saya diringankan, “katanya sambil terisak - isak.

Sedangkan Sigit yang membeli sabu dari Rini, dituntut 6 tahun penjara dan denda yang sama dengan Rini.

Untuk pembacaan putusan, majelis hakim, Novarina Manurung, Hendrawan Nainggolan dan Mince Ginting, menunda persidangan hingga Rabu mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.