HETANEWS

Bangkai Babi Terkena Virus Dikubur Bukan Dibakar

Lokasi penemuan 23 ekor bangkai Babi di Jalan Sisingamangaraja Pematangsiantar, Selasa 14 Januari 2020. Bangkai Babi tersebut sengaja dibakar pihak kecamatan setempat.

Siantar, hetanews.com – Puluhan ekor bangkai Babi ditemukan di Jalan Sisingamangaraja, Selasa kemarin. Bangkai Babi yang tidak diketahui asal usulnya itu diduga sengaja dibuang ke lokasi tersebut.

“Kami mengindikasi itu dibuang ke jurang-jurang. Itu indikasi kami ya, karena membawa 23 ekor [Babi] itu gak gampang,” kata Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ali Akbar.

Selain tempat itu curam dan jalan lintas, Ali menduga sudah sejak lama tempat itu dijadikan pembuangan.

 ‘’Kemungkinan besar itu dibuang tidak sekaligus,” sambung Ali Akbar ditemui di Kantornya, Rabu (15/1/2020).

Sebanyak 23 ekor bangkai Babi yang ditemui di tempat itu lalu sengaja dibakar oleh Pihak Kecamatan setempat. Ali menilai  bangkai babi yang diduga terjangkit vrus itu sebaiknya dikubur bukan dibakar.

‘’Mungkin situasional, karena lokasi pembuangannya curam bangkai ternak susah dievakuasi. Kalau memang dibakar, virus memang tak menyebar. Tapi seharusnya itu dikubur agar lebih aman,” jelasnya.

Ali tak memungkiri jika bangkai babi tersebut datangnya dari wilayah Pematangsiantar maupun luar Pematangsiantar.

Selain  virus Hog Cholera, kata Ali, muncul virus ASF yang lebih mematikan. Kedua jenis virus itu sudah menyebar ke 32 kabupaten kota di Sumut, termasuk di Pematangsiantar.

“Ini bukan Hog Cholera lagi. Ini sudah ada ASF. Excotic ini, jenis penyakit baru di Sumut. Kementrian sudah mengeluarkan pernyataan ini,” katanya

“[ASF] Penyakit yang munculnya sekali 30 tahun juga belum tentu. Ini penyakit langka, kita belum ada vaksin atau obat untuk memusnahkan virus ini,” jelasnya.

Ali Akbar berharap kasus pembuangan bangkai ternak Babi apalagi di daerah aliran sungai tidak terjadi lagi. Jika ada warga yang perlu bantuan untuk melakukan penguburan 

Baca juga: Tumpukan Bangkai Babi Dibakar hingga Apinya Membesar, Camat Siantar Utara Hubungi Pemadam

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.