Simalungun, hetanews.com - "Saya sudah membaca berita dan info 3 hari lalu, yang mengatakan, jika Kakek Samirin (69), dituduh mencuri getah milik perusahaan Bridgestone, lebih kurang 1,9 Kg dan mengakibatkan kerugian Rp17 ribu lebih," ungkap Hinca Panjaitan, di hadapan wartawan, Rabu (15/1/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Hinca menjelaskan, tidak akan mengintervensi jalannya persidangan, namun akan memantau persidangan yang digelar hari ini.

Seyogianya mendengarkan putusan, tapi karena sejak di penyidikan (polisi), tidak didampingi pengacara, maka hari ini, pihaknya telah mengajukan permohonan penangguhan dan mengajukan nota pembelaan (pledoi).

Bahkan keluarga dibantu pengacara telah mengumpulkan koin sebanyak 17.480 yang akan diserahkan kepada perusahaan Bridgestone, sebagai aksi simpatik. "Kami telah mengumpulkan koin untuk diserahkan kepada perusahaan besar itu,"kata Hinca.

Sebelumnya, Kakek Samirin telah dituntut jaksa, selama 10 bulan penjara, karena diyakini jaksa terbukti mencuri 1,9 Kg getah, pada bulan  Juli 2019, di areal Perkebunan PT. Bridgestone SRE, tepatnya di Blok EE. 17 Sub Div J/III-DU, Nagori Dolok Ulu, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Kakek Samirin, duduk di lantai sel sementara Pengadilan Negeri Simalungun, menunggu sidangnya digelar. (foto/ay)

Getah yang telah jatuh ke tanah, dimasukkan ke dalam tas kresek, lalu ditangkap security yang sedang patroli. Dirincikan kerugian atas hilangnya getah sebanyak 1,9 Kg x 50 % x Rp. 18.400.- / Kg = Rp. 17.480.

Hal ini sangatlah tidak memenuhi rasa keadilan, sebagai Komisi III DPR-RI Hinca, berjanji akan memperjuangkan rasa keadilan, bersama MA dan Jaksa Agung yang akan dibahas dalam rapat Komisi, agar rasa keadilan bagi masyarakat benar - benar terwujud, ungkapnya.

Seperti kasus sebelumnya, nenek pencuri KKO dan sekarang terjadi di Simalungun, kakek didakwa mencuri sekilo getah. Saya merasa miris, karena terjadi di wilayah / daerah pemilihan saya, katanya.

Sehari pun tak pantas kakek yang sudah uzur itu ditahan, selain kondisi kesehatan, juga sudah buyutan (Tremor), kata Hinca.