HETANEWS.COM

Targetkan 300 Ribu Wisatawan, Kota Transit di Sumut Harus Kuatkan Kuliner dan Oleh-oleh

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sumut, Muchlis Nasution

Medan, hetanews.com - Dinas Pariwisata Sumut menargetkan kunjungan 300 ribu wisatawan dari dalam dan luar negeri pada 2020 ini.

Untuk mewujudkannya, Dinas Pariwisata Sumut meminta beberapa daerah kabupaten/kota di Sumut mempertahankan kearifan lokal yang dimiliki masing-masing daerah. Hal tersebut dilakukan agar tak mengecewakan wisatawan saat berkunjung.

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sumut, Muchlis menyampaikan destinasi pariwisata unggulan saat ini masih sama seperti pada tahun tahun sebelumnya, yakni Medan, Langkat, Kawasan Danau Toba dan Nias.

"Daerah tersebut masih menjadi primadona. Langkat ada Tangkahan atau Bukit Lawang, Medan adalah tempat berbisnis, kuliner dan bernostalgia, Kawasan Danau Toba untuk wisata dan penelitian serta Nias untuk surfing," ujar Muchlis.

Muchlis mengaku tak menemukan destinasi unggulan lain di Sumut untuk dianggap sebagai primadona penarik minat wisatawan.

Ia mengaku banyak hal yang menjadi hambatan, seperti perubahan lokasi bandara, minimnya kesadaran masyarakat dan pedestrian yang terintegrasi denga spot-spot Instagrammable.

Selain itu, Muchlis menyoroti tak terteranya harga pasti dalam sebuah produk makanan maupun oleh-oleh yang nantinya akan dibawa pulang wisatawan.

"Jadi ini juga masih menjadi masalah. Masih banyak pengusaha yang ngasih harga suvenir atau kuliner itu suka suka, tidak menyertakan atau mengumumkan harga yang pas, baik dalam bilangan rupiah maupun dollar," katanya.

Selain keempat destinasi di atas, Muchlis menyebutkan daerah lainnya masih berkonsentrasi pada wisatawan dalam negeri. Adapun yang tak boleh ketinggalan diperhatikan adalah daerah transit.

"Kota dan kabupaten di Sumut yang selalu jadi tempat transit harus mampu mempertahankan kearifannya. Meski tak memiliki objek wisata alam. Makanan dan suvenir khas dapat menjadi andalan. Dan ini mesti dikuatkan," katanya.

Daerah daerah tersebut seperti Serdangbedagai, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Asahan, Labuhanbatu, Sibolga dan beberapa daerah lainnya yang berpredikat dilalui jalan nasional.

Kepada Tribun Medan, pria berkumis ini menjelaskan pariwisata Sumut tak akan sukses bila bergantung kepada pemerintah. Dari berbagai pengalaman, tuturnya, peningkatan pariwisata dapat didongkrak dengan perhatian swasta.

"Sebab swasta lebih paham pasar mana yang mereka inginkan. Masing masing mereka punya konsentrasi tentang apa yang ingin dicapai. Sehingga kita sangat terbantu bila mereka menggelar event event yang kreatif dan mengundang banyak perhatian masyarakat," ujarnya.

Sumber: tribunmedan.com 

Editor: Suci Damanik.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan