HETANEWS.COM

Setelah Diprotes Tulisan Sang Naualuh Diganti

Bangunan Dayok Mirah di perempatan Jalan Ahmad Yani-Jalan Medan dan Jalan Sisingamangaraja- Jalan Ulakma Sinaga, percis di trafict light menuju Kota Pematangsiantar, Selasa 14 Januari 2020.

Siantar, hetanews.com – Dinas PRKP Pematangsiantar membangun sebuah monumen berdekorasi etnis Simalungun. Monumen itu sempat dibubuhi pesan Raja Sang Nauluh tak lama kemudian diganti.

Amatan di lokasi Selasa (14/1/2020) sore, monumen berbentuk bundaran dengan patung menyerupai Ayam Jantan itu masih dalam tahapan penyelesaian. Pembangunan dilakukan akhir 2019.

Beberapa waktu lalu, monumen itu sempat mengagetkan publik sebab ada huruf timbul bertuliskan ‘Poda Raja Sang Naulauh’ dibadan bangunan.

Warga Siantar khususnya suku Simalungun sempat memprotes asal usul pembuatan nama tersebut. Sebab pembangunan Tugu Sang Naulah tidak dibangun di tempat itu.

Ketua Ikatan Keluarga Islam Simalungun [IKEIS] menilai, [tulisan] podah atau pesan-pesan Raja Sang Naualuh dibangunan itu tidak pantas dibuat di bangunan tersebut. 

Baca juga: Bangunan Berdekorasi Simalungun Ini dinilai Hanya Pajangan

"Poda Sang Naualuh tidak pantas dibuat kalau patungnya Ayam. Seharusnya jika dituliskan pesan-pesan Sang Naualuh dibuat tersendiri, atau lebih tepatnya pada monumen Sang Naualuh," jelas Lisman diwawancarai 13 Desember 2019.

Tak hanya IKEIS protes juga datang dari Partuha Maujana Simalungun [PMS]. Sekretaris PMS, Rohdian Purba diwawancarai Desember 2019, sempat menuding Pemko Pematangsiantar kembali melakukan pelecehan kepada pahlawan Simalungun.

Setelah munculnya protes dari kalangan organisasi Simalungun, tulisan tersebut pun digantikan dengan ‘Dayok Mirah’.

Kalaupun dibangun Tugu Dayok Mirah, kata Rohdian saat itu, merupakan sebuah tindakan yang tidak menghargai suku Simalungun.

Sebab, Pemko Pematangsiantar melalui Dinas PRKP lebih mengutamakan tugu Dayok Mirah dari Tugu Sang Naualuh yang kondisinya mangkrak lebih satu tahun.

Baca juga: Lebih Dahulukan Bangun Tugu Dayok, PMS Sebut Pemko Kembali Melakukan Pelecehan Terhadap Pahlawan Simalungun

Penulis: gee. Editor: edo.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!