HETANEWS

Usai Gulirkan Rencana Pemusnahan Babi, Kini Gubernur Edy Sebut Fokus Siapkan Lokasi Bebas Virus Babi

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi

Medan, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kembali angkat bicara virus ASF yang menyerang ternak babi masyarakat.

Edy Rahmayadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penelitian terhadap satu lokasi yang belum terkontaminasi virus Hog Cholera maupun ASF atau demam babi Afrika.

Nantinya, lokasi tersebut akan dijadikan tempat perkembangbiakan hewan ternak babi.

Perihal ini dilakukan untuk dapat mengantisipasi terjadinya dampak nilai jual.

Selain itu, langkah ini dilakukan juga sebagai antisipasi agar peternak nantinya dapat mengambil babi untuk pembibitan.

"Ada tempat yang tidak kena wabah di Sumut kita persiapkan," ucapnya ditemui usai melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (14/1/2020).

Diketahui, 18 kabupaten/kota di Sumut disebutkan telah terkontaminasi virus ASF. Akibat virus ini, puluhan ribu mati mendadak.

Untuk mengatasi virus tersebut, Gubernur Edy Rahmayadi sempat memunculkan rencana pemusnahan semua babi di Sumut.

Namun, ia mengakui rencana itu tak mudah direalisasikan. Sebab, pemerintah terganjal dana untuk pemberian ganti rugi kepada para peternak babi.

Asosiasi Peternak Babi Sumut (Asperbasu) Wilayah Kabupaten Karo, Filemon Sitepu menyatakan peternak siap melawan apabila pemusnahan babi milik masyarakat tidak ada ganti rugi.

Sebab, menurut dia, ganti rugi diperlukan oleh peternak untuk melangsungkan kehidupan selanjutnya.

"Pastinya kami tidak terima kalau babi kami tidak diganti rugi tetapi dimusnahkan begitu saja untuk melenyapkan virus ini," ucapnya.

Ia menjelaskan, perlawanan yang akan dilakukan peternak yaitu kembali memelihara babi dengan jumlah yang banyak.

"Kami akan melawan dengan memelihara kembali babi ini sebagai bentuk kekecewaan kami," ucapnya.

Lebih lanjut, Filemon mengaku siap mendukung pemerintah untuk memusnahkan seluruh hewan ternak, apabila ada iktikad baik dengan pemerintah.

"Kami gak akan memeras pemerintah dengan ganti rugi ini, kita biar sama-sama enak aja bagaimana jalan keluarnya untuk menghentikan virus ini," jelasnya

Sumber: tribunmedan.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.