Medan, hetanews.com - Puluhan pendemo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota, Senin (13/1/2020). Mereka meminta Kepala Satpol PP HM. Sofyan dicopot dari jabatannya.

Koordinator Aksi Roy Sianturi mengatakan terdapat lima tuntutan yang mereka ajukan terkait keberadaan dan sikap Kasatpol PP kota Medan HM. Sofyan. Satu diantaranya yakni pencopotan Sofyan yang dianggap terlalu arogan dan sangat berlebihan di lingkungan Satpol PP.

"Karena sikap arogansi dari Kasatpol PP telah banyak mencederai hati warga Kota Medan khususnya Pegawai Honorer atau PHL (Pekerja Harian Lepas) di Lingkungan Satpol PP."

"Ini merupakan aksi lanjutan dimana kami meminta dengan tegas untuk bapak Walikota Medan dan bapak Sekda Kota Medan, agar mencopot jabatan Kasatpol PP Kota Medan, yang sangat arogan terhadap Pegawai Honorer atau PHL, dan sikap sewenang-wenang terhadap bawahan," katanya.

Koordinator aksi, Roy Sianturi juga menyatakan selama kurang lebih tujuh tahun menjabat, Sofyan dinilai terlalu banyak melakukan pemecatan.

"Jika kita menghitung selama kurang lebih tujuh tahun menjabat Kasatpol PP, HM Sofyan sudah berapa kali kah memecat pegawai honorer atau PHL?" katanya.

Menanggapi tuntutan warga itu, M Sofyan mengaku tidak bisa berkomentar banyak.

"Ya, kalau saya menyengsarakan masyarakat kota Medan, dianggap seperti itu, ya saya mau bilang apa? Tapi kan saya bertugas untuk menciptakan ketentraman dan ketertiban umum," katanya usai menghadiri Sidang Paripurna di DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 1 Medan.

Sofyan membenarkan telah melakukan beberapa pemecatan, selama kurang lebih tujuh tahun menjabat sebagai Kasatpol PP.

"Ya, benar. Dengan alasan indisipliner, adanya pelanggaran berat, tapi kita bina terus. Namun yang bersangkutan sendiri tidak mau lagi dibina, ya kita ambil jalan penutupan hubungan kerja," katanya.

Sumber: tribunmedan.com