HETANEWS.COM

35 Ekor Babi Mati Usai Divaksin, Luhut: Sebaiknya Diteliti Dulu Penyebab Kematiannya

Luhut Sitinjak. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terkait matinya 35 ekor ternak babi milik M br Saragih, ada baiknya diteliti dulu penyebab kematiannya, apakah memang karena vaksin atau tidak?.

Karena sepengetahuan Luhut, vaksin diberikan agar ternak sehat dan juga memberi ketahanan bagi hewan tersebut.

Hanya saja, corela Afrika yang telah menyebar di Siantar – Simalungun, belum bisa terdeteksi penanganannya. Jika sudah terserang, vaksin tersebut  juga tidak berfungsi lagi, ungkapnya.

"Kalau sudah terkena virus, babi tersebut  juga akan terserang,"ujarnya, saat diminta tanggapannya, Minggu (12/1/2020), terkait matinya ternak babi, setelah divaksin.

Baca juga: Polisi Akan Lidik Kasus Matinya 35 Ekor Babi Usai Divaksin Dinas Peternakan Simalungun

Baca juga: Terkait Ternak Babi Warga Mati setelah Divaksin, Pengamat: Harusnya Diperiksa Dulu Sebelum Divaksin

"Karena punya keluarga saya ratusan ekor mati karena wabah colera Afrika ini,"ungkapnya lagi.

Saya menyarankan agar diteliti dahulu, penyebab kematiannya, apakah memang karena vaksin atau tidak, sarannya.

Di Panei Tongah, lanjut pengacara ini, hewan peliharaan babi lagi terserang colera Afrika. Hari ini babinya sehat, besok sudah mati. Ratusan ekor yang kutahu punya keluarga, semua mati, ungkapnya, lagi.

"Sebaiknya, dalam masalah ini, diteliti lebih dalam, agar tidak menimbulkan praduga - praduga, vaksin atau virus,"kata Luhut lagi.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!