HETANEWS

Polisi Akan Lidik Kasus Matinya 35 Ekor Babi Usai Divaksin Dinas Peternakan Simalungun

M boru Saragih memperlihatkan kandang babinya yang sudah kosong.

Simalungun, hetanews.com – Polres Simalungun melalui Unit Sat Reskrim akan melakukan penyelidikan, atas matinya 35 ekor babi milik seorang warga, M boru Saragih, usai divaksin pihak Dinas Peternakan Kabupaten Simalungun, didampingi Sekdes, dan pihak Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun, pada Jumat (10/12/2019), lalu.

“Segera ditindaklanjuti untuk dilidik dan akan koordinasi dengan Dinas Peternakan Simalungun, “ujar AKP M Agustiawan, menjawab konfirmasi wartawan.

Seperti penuturan M boru Saragih, setelah dua jam usai divaksin, ternak nbabi miliknya tersebut tiba-tiba lemas dan tiga hari kemudian, 35 ekor babinya mati secara tiba – tiba, padahal  sebelum divaksin, babi miliknya masih sehat-sehat saja.

Baca juga: Terkait Ternak Babi Warga Mati setelah Divaksin, Pengamat: Harusnya Diperiksa Dulu Sebelum Divaksin

Baca juga: Habis di Vaksin 35 Ekor Babi Mati, Boru Saragih: Aku Sangat Kecewa

"Padahal sebelum divaksin masih sehat, makan masih kuat, setelah dua jam divaksin lemas, "pengakuan M boru Saragih, kepada hetanews, pada Sabtu (11/1/2020), lalu.

Ironisnya, boru Saragih justru mendapat bentakan dari salah seorang pegawai Dinas Peternakan, bermarga Purba saat dirinya menjelaskan keadaan ternaknya, pasca dilakukanya penyuntikan vaksin.

"Kelang tiga hari, mati babi kami satu atau dua setiap tiga hari, sampai 35 babi, jadi habislah babi ku. Aku sangat kecewa, padahal vaksinnya aku bayar, aku rugi juga. Semua babi ku mati, sedih kali kurasa, padahal ini aku buat untuk usaha anak ku, "ujarnya dengan nada kecewa.

Penulis: tim. Editor: gun.