HETANEWS

Fakta Ledakan Bom di Bengkulu

Barang bukti sisa ledakan bom tas di Bengkulu. Foto: Dok. Istimewa

Bengkulu, hetanews.com - Sebuah tas mencurigakan berwarna oranye sempat membuat gempar warga Desa Padang Serunaian, Seluma, Provinsi Bengkulu. Siapa sangka, tas yang tergeletak di depan rumah warga setempat itu tiba-tiba meledak.

Tas itu tenyata berisi bom. Satu orang bernama Halidin (60), mengalami luka akibat ledakan. Halidin merupakan pemilik rumah dekat bom tersebut meledak.

Kejadian tersebut terjadi begitu singkat, sekitar pukul 06.40 WIB. Peristiwa terjadi ketika Halidin menemukan sebuah tas di depan pintu rumahnya.

Penasaran, Halidin pun mendekat untuk mengecek tas tersebut. Namun tak disangka tas tiba-tiba meledak mengenai badan dan kaki korban.

Kabid Humas Polda Bengkulu Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sudarno, mengatakan, korban mengalami luka di bagian kaki dan sudah mendapat pertolongan medis di rumah sakit terdekat.

"Iya benar tadi pagi ada ledakan di Seluma. Ada satu orang korban yakni pemilik rumah itu sendiri. Korban saat ini sedang mendapatkan perawatan akibat luka terkena ledakan," kata Sudarno dikutip dari Antara.

Mendapat laporan tersebut, polisi pun langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Polisi sempat curiga ledakan tersebut merupakan aksi teror.

Ledakan bom dari tas tersebut membuat warga berhamburan ke luar rumah. Mereka penasaran akibat suara ledakan yang cukup keras.

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi. Mereka juga berjaga agar tidak ada warga yang mendekat ke lokasi ledakan bom.

Dari hasil olah TKP, polisi menduga bom memiliki kekuatan ledakan rendah. Sudarno menyebut dugaan itu muncul karena tak ada kerusakan berarti di lokasi ledakan.

"Ledakan low explosive, karena tidak ada kerusakan di TKP," ujar Sudarno.

Dugaan awal polisi soal adanya aksi teror rupanya tak terbukti. Polisi memastikan ledakan tersebut bukan ulah teroris.

Bom yang meledak di depan rumah Halidin itu ternyata berkaitan dengan masalah personal Halidin. Selain melakukan olah TKP, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi kejadian.

"Tidak, ledakan ini tidak ulah jaringan teroris. Kalau teroris kan nyasarnya pasti ke tempat-tempat yang lain. Sepertinya ini lebih pada permasalahan personal," kata Sudarno dikutip dari Antara.

Dugaan awal, bom itu terkait permasalahan pemilihan kepala desa (Pilkades). Belum diketahui siapa tersangka atas kasus ini.

"Kasus ini terjadi dugaan ada permasalahan saat Pilkades, tetapi kami tetap melakukan penyelidikan terhadap semua kemungkinan," kata Sudarno.

Terkait kasus ini, Kapolda Bengkulu Irjen Supratman juga telah meninjau lokasi kejadian. Polda Bengkulu pun telah menerjunkan tim penjinak bom dari satuan Brimob.

"Iya, benar. Bapak Kapolda sudah meninjau lokasi kejadian. Polisi juga telah membuat laporan ke Densus 88 anti-teror," ucapnya.

Sumber: kumparan.com

Editor: suci.