HETANEWS

Habis di Vaksin 35 Ekor Babi Mati, Boru Saragih: Aku Sangat Kecewa

Mennauli Boru Saragih saat memperlihatkan kandang babinya yang sudah kosong.

Simalungun, hetanews.com - Perjuangan yang sia-sia selama kurang lebih 3 tahun berternak babi dialami oleh M Boru Saragih, bagaimana tidak sehabis di Vaksin, babi miliknya berjumlah 35 ekor mati secara tiba-tiba, padahal sebelum di vaksin babi miliknya masih sehat-sehat saja. 

Ditemui ditempat peternakannya, Sabtu (11/01/2020) Mennauli Boru Saragih menceritakan kepada hetanews kronologi kejadian, kata Boru Saragih awalnya datang dari Sekertaris Desa (Sekdes) Simbolon Tengko, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun menanyakan apakah dia ingin ternaknya di Vaksin. 

"Masih ada babi eda, mau eda babinya divaksin, akhirnya ku bilang mau lah, kalau untuk sehat, "sebutnya menceritakan.

Menurut Mennauli bahwa yang melakukan Vaksin adalah Dinas Peternakan Simalungun yang disaksikan oleh Pihak Kecamatan dan Sekdes, namun entah kenapa setelah dua jam usai di vaksin ternak miliknya tersebut tiba-tiba lemas. 

"Padahal sebelum di vaksin masih sehat, makan masih kuat, setelah dua jam divaksin lemas, " Katanya. 

Melihat kondisi ternaknya tersebut kemudian ia menelepon pihak yang menyebutkan dari Dinas Peternakan Simalungun tersebut bermarga Purba. 

"Terus ku tanya pak kok jadi lemas babi ku pak, dia bilang engga apa-apa karena pengaruh obat, yah aku yg engga tau ku pikir iya pula," Sebutnya. 

Namun makin lama ternak miliknya tersebut semakin lemas, dan ia kembali menelepon pihak Dinas tersebut, tetapi bukan solusi yang didapat oleh Mennauli, namun dirinya malah dia mendapat dibentak oleh marga purba tersebut. 

"Terus dia bilang aku menyembuhkan bu, bukan mematikan ternak ibu, terus ku bilang aku taunya itu pak, tapikan aku bertanya kenapa begini, "ucapnya.

Dia menuturkan jika usai ternaknya di vaksin tanggal 10 Desember 2019 lalu, setelah tiga hari ternaknya mati. 

"Kelang tiga hari mati babi kami satu atau dua setiap tiga hari, sampai 35 babi, jadi habislah babi ku, " Jelasnya. 

Dia menuturkan jika dirinya merasa sangat kecewa atas kejadian tersebut, dan dia memberitahukan ini epada masyarakat agar tidak terjadi lagi kejadian seperti yang dia alami. 

"Aku sangat kecewa, padahal vaksin nya aku bayar, aku rugi juga semua babi ku mati, sedih kali kurasa, padahal ini aku buat untuk usaha anak ku, " Ucapnya. 

Masih kata Mennauli Boru Saragih bahwa mereka sebenarnya mereka sering mem vaksin ternak mereka. 

"Kalau kami sering mem vaksin sama inang uda (Tante) kami, orang Dinas Peternakan Siantar, engga ada masalah selama ini, " Katanya. 

Penulis: tom. Editor: tom.