HETANEWS.COM

Soal Pungli di Dinas Perizinan: Mangapul Didesak Buat Aduan Resmi, Agus Salam Persilakan Penegak Hukum Bongkar Kasusnya

Kolase foto: Agus Salam (kiri) - Mangapul Sitanggang.

Siantar, hetanews.com - Aparat penegak hukum seperti Polisi dan Jaksa menyarankan Mangapul Sitanggang menyampaikan secara resmi dugaan Pungli yang terjadi bertahun-tahun di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemko Siantar -dahulu Dinas Perizinan. Blak-blakan soal Pungli digembar-gemborkannya lewat Medsos maupun kepada wartawan.

"Kita minta agar yang bersangkutan (Mangapul) buat laporan resmi serta melampirkan bukti-buktinya," kata Kepala Seksi Intelijien Kejari Siantar, BAS Faomasi Jaya Laia kepada hetanews, Jumat (10/1/2020).

Kejaksaan sampai saat ini belum menerima aduan resmi dari Mangapul. Meski demikian, BAS berujar mereka tengah mendalami kabar yang menjadi perbincnagan hangat di tengah-tengah masyarakat.

"Sampai saat ini kami on the spot aja, pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan pengumpulan data (Puldata). Kami dalami meski belum ada aduan resmi masuk," ujarnya.

Senada disampaikan Kapolres Siantar AKBP Budi Pardamean Saragih. Ia menyampaikan Polisi tak akan diam dan akan bergerak menyelidiki apabila laporan disampaikan secara langsung.

"Kalau memang ada informasi yang ditemukan bisa langsung sampaikan ke kita, ke pihak Satreskrim juga bisa agar dapat dipelajari dan kemudian akan kita selidiki. Jangan nanti, informasi itu belum benar. Karena bisa saja menurut dia (Mangapul) pungli, namun setelah dipelajari bisa saja tidak," ujarnya, kemarin (9/1).

Mangapul sebelumnya mengungkapkan Pungli biaya perjalanan dinas sebesar 30 persen dikutip oleh Bendahara DPM-PTSP, sesuai perintah dari kepala dinas Agus Salam. Pungli ini digembar-gemborkannya pasca ia dicopot dari jabatan sekretaris OPD tersebut.

“Dari SPPD [surat perintah perjalanan dinas]. Kita setelah pulang, bayar 30 persen. Bukan dari totalnya tapi dari uang saku kita. Yang mengutip itu Bendahara,” katanya.

Dia mengatakan anggaran SPPD itu disetorkan langsung ke rekening. Lalu dirinya menyetorkan uang tunai senilai 30 persen dari SPPD itu kepada Bendahara DPMPTS, Agus Sufyan Nurr.

Selama menduduki jabatan Sekretaris DPMPTSP lebih 3 tahun, Mangapul mengaku selalu menyetor jika dirinya melakukan perjalanan dinas luar kota. Terakhir kali dia melakukan perjalanan dinas ke Jakarta sekitar 4 bulan lalu. 

“Aku kan sekretaris, yang aku dengar-dengar cerita di bidang-bidang yang lain juga diberlakukan seperti itu,” ungkapnya.

“Kalau ku bilang harus, itu sudah ada arahan, iya Kadis lah, kata Bendahara begitu. Itu ucapan Bendahara, kalau Agus Salam gak pernah minta langsung,” tukasnya.

Pernyataan itu pun kemudian dibantah Kepala DPM-PTSP Agus Salam dan Bendahara Agus Sufyan. Agus Salam mengatakan tak benar ada instruksi melakukan pengutipan. Menurutmya, biaya telah disetorkan lewat transfer bank ke rekening  masing-masing ASN.

Ia pun mempersilahkan Cyber Pungli untuk mengusut kasusnya.

"Kalau mau melaporkan itu silahkan. Gak mungkin kita larang- larang. Turunlah Cyber itu, untuk lebih apa gitu," ungkapnya.

Baca juga: Agus Salam: Tidak Ada Pemotongan Perjalan Dinas 30 Persen

Penulis: bt. Editor: bt.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan