HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Kodim 0815/Mojokerto Apel Gelar Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi

Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Surtanto, SH saat memimpin Apel Gelar Kesiapan Penanggulangan Bencana Hidrometerologi di Lapangan SPN Desa Pacing, Bangsal Mojokerto, Jawa Timur.

Mojokerto, hetanews.com - Kodim 0815/Mojokerto, menyelenggarakan Apel Gelar Kesiapan Pasukan dan Perlengkapan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Lapangan SPN, Desa Pacing Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (9/1/2020).

Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, SH., saat menjadi Pimpinan Apel, mengatakan, potensi bencana hidrometerologi sampai saat ini masih menghantui wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Terlebih, lanjutnya secara geografis, geologis hidrologis dan demografis, Kabupaten serta Kota Mojokerto memiliki wilayah yang rawan dari berbagai ancaman bencana, baik yang disebabkan faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia, potensi bencana alam tersebut dapat menimbulkan korban jiwa manusia dan kerusakan lingkungan, kerugian harta benda serta dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu akan menghambat pelaksanaan pembangunan.

“Ancaman bencana alam yaitu bencana banjir tanah, longsor, angin puting beliung, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan serta erupsi gunung merapi ,” tandasnya

Lebih lanjut, Abituren Akmil Angkatan 2000 tersebut menegaskan, dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah, pemerintah daerah bersama dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi dan jurnalis atau yang biasa disebut sebagai pentahelix bersinergi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah.

Dihadapan peserta apel, lanjut pria kelahiran Purbalingga Jateng, untuk membangun daerah yang tangguh bencana harus dilaksanakan 10 langkah mendasar yaitu organisasi dan koordinasi, alokasi anggaran, pengkajian resiko dan pembentukan forum pengurangan risiko bencana.

Demikian pula, infrastruktur pengurangan risiko, keselamatan sekolah dan fasilitas kesehatan, Regulasi IMB dan tata guna lahan yang mengurangi risiko bencana, pendidikan dan pelatihan bencana alam, perlindungan ekosistem dan pelindung alamiah, sistem peringatan dini dan menejemen tanggap darurat serta penanganan korban bencana yang responsif.

“Dengan kebersamaan, kerja sama dan komitmen yang kuat dari kita semua, maka segala upaya dalam membangun Kota dan Kabupaten Mojokerto serta Propinsi Jawa Timur menjadi daerah yang tangguh bencana Insyaallah akan terlaksana dengan sebaik-baiknya,”tandas Dandim. 

Selesai apel dilanjutkan dengan penyerahan hasil Rutilahu dan Jambanisasi secara simbolis kepada perwakilan masyarakat penerima program Rutilahu dan Jambanisasi dilanjutkan pemeriksaan Alkap penanggulangan bencana oleh Danrem 082/CPYJ Kolonel Arm Ruly Chandrayadi, SH., MH bersama stakeholder.

Hadir dalam kegiatan antara lain, Aster  Kasdam V/Brawijaya Kolonel Inf Singgih Pambudi, Dansat Brimob Polda Jatim Kombes Pol I Ketut Gede Ka SPN Polda Jatim  Kombes Pol Indra, S.IK., M.Si., Wakil Walikota Mojokerto H. Achmad Rizal Zakaria, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Mojokerto DR. Didik Chusnul Yakin, S.Sos. M.Si., Wakapolres Mojokerto H. Achmad Rizal Zakaria, Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Hanis Subiyono, S.Pd, MH., Kalak BPBD Kabupaten Mojokerto Drs. Moh. Zaini, ST, M.Si, MT., Para Dan/Ka Balak Korem 082/CPYJ, Para Kasi Korem 082/CPYJ, Para Perwira Staf dan Danramil Kodim 0815, Camat se-Kabupaten Mojokerto dan undangan lainnya.

Adapun peserta apel terdiri dari Regu Korsik Satsikmil Ajenrem 082/CPYJ, SSK Kodim 0815/Mojokerto, SSK BKO Yonif Mekanis 521/DY, 1 SSK BKO Brigif Mekanis 16/WY, 2 SST Yon Zipur 5/ABW, SSK Gabungan Polri, SST Satpol PP, SST BPBD, SST Perhutani, SST Gabungan Orari, Tagana, RAPI, serta SST Gabungan Banser dan Semar serta SST Pramuka.

Penulis: Anan Al-Karawangi. Editor: anto.