Simalungun, hetanews.com - Martin Purba (32), penduduk Jalan Medan KM 8,5, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, yang mengaku sebagai pengusaha sapu lidi, dituntut 4 tahun penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalaninya.

Selain itu, terdakwa juga dituntut membayar denda, Rp500 juta dan jika tidak dibayar, maka diganti pidana penjara selama 6 bulan.

Surat tuntutan jaksa Barry Sugiarto dan Dedi Chandra Sihombing, dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum, Kamis (9/1/2020), di Pengadilan  Negeri (PN) Simalungun. Terdakwa dinyatakan  terbukti mencuri kayu hutan sebanyak  99 batang.              

Menurut tim jaksa penuntut umum, terdakwa telah terbukti bersalah melanggar pasal 83 ayat (1) huruf a jo pasal 12 huruf d UURI No18 tahun 2013 Tentang Penegakan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.              

"Saya mengaku salah yang mulia, saya mohon agar hukuman saya diringankan,"mohon terdakwa saat menyampaikan permohonannya, di depan majelis hakim, pimpinan Roziyanti SH.

Terungkap dalam persidangan sebelumnya, jika terdakwa menggunakan gagang sapu lidi dengan membeli kayu sisa olahan dari pabrik kayu.

Tapi setelah mendapat informasi, di kawasan hutan Sitahoan Girsang Sipanganbolon, ada hutan kayu bulat, lalu terdakwa mengajak adik iparnya, saksi  Dedi Syahputra sebagai tukang angkut, dan saksi Giok sebagai tukang sinsaw.              

Kemudian terdakwa menghubungi, Bomer Pasaribu pemilik truk untuk mengangkut kayu hutan tersebut dengan ongkos Rp 1 juta.

Terdakwa juga mengakui, tidak memiliki ijin untuk menebang kayu hutan, seperti  surat keterangan  sahnya hasil hutan (SKSHH) dari Dinas Kehutanan.               

Jaksa menyatakan, 99 batang kayu bulat dan satu unit mesin sinsaw dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan satu unit truk mitshubishi BB 8973 BB dikembalikan kepada pemiliknya, Bomer Pasaribu.                 

Untuk pembacaan putusan, sidang akan dibuka kembali besok, Jumat (10/1/2020). Persidangan dibantu panitera pengganti, Dedi Tambunan SH.