HETANEWS

Pengakuan Hefriansyah ke Leonardo: Saya Petugas Partai PDI Perjuangan

Dari kiri ke kanan: Leonardo Simanjuntak, Hefriansyah dan Budi Utari.

Siantar, hetanews.com - Pernyataan Walikota Hefrianyah yang mengaku sebagai petugas Partai PDIP Perjuangan ke mantan Asisten I Pemko Pematangsiantar Leonardo Simanjuntak begitu mengejutkan. 

Leonardo pun menuliskan pernyataan itu dalam surat laporan pengaduan dirinya ke pimpinan DPRD Pematangsiantar.

Leonardo menuding Walikota Hefriansyah telah melakukan dugaan penyalahgunaan wewenang atas pencopotan dirinya dari jabatan Asisten I. 

Melalui surat ke Pimpinan DPRD Rabu kemarin, Leonardo menjelaskan kronologi dirinya sampai dinonjobkan oleh Walikota. 

Leonardo mengaku, pada Minggu (5/1) dipanggil oleh ajudan Walikota ke Rumah Dinas Walikota di Jalan Kapten MH Sitorus. Dia tiba sekira pukul 20.00 WIB menemui beberapa rekannya di rumah dinas.

"Walikota menyalam saya dan bertanya dari mana, dan menanyakan istri Boru apa dan berasal dari mana. Dan saya menjawab pertanyaan beliau," tulis Leonardo, seperti di kutip dari surat.

Dalam percakapan itu, kata Leonardo, Walikota Hefriansyah mengatakan dirinya sekarang sudah menjadi petugas partai PDI Perjuangan.

"Walikota mengatakan bahwa dirinya sekarang petugas partai. Lalu saya tanya bapak petugas partai apa? Beliau menjawab Partai PDIP Perjuangan. Katanya, 'Dan awalnya saya dan Bobby mau maju ke Medan. Tetapi Bobby mengatakan Siantar sajalah urus. Dan ini harus perjuangan keras bila perlu Raja Tega'," sebut Leonardo menirukan pernyataan Hefriansyah saat itu.

Baca juga: Serius Ikut Pilkada 2020, Hefriansyah Mendaftar Melalui DPD PDIP Sumut

Pada saat itu, Leonardo yang merasa kaget kemudian balik bertanya maksud dan tujuan dan pertanyaan itu. Lalu,  

"Kata Walikota, 'Saya maju menjadi calon Walikota. Kamu mendukung siapa? Saya jawab, 'Saya siap mendukung pimpinan'. 'Tetapi ya, bang, Abang bekerja dulu untuk saya mulai bulan Januari sampai Agustus dengan cacatan Abang diberhentikan dari jabatan, itu yang dimaksud Raja Tega'," katanya.

Mendengar itu, Leonardo balik bertanya ke Walikota. Dia mengatakan,

 "Apa mungkin saya dipercaya orang membantu memenangkan bapak kalau saya tanpa jabatan? Sebagai contoh tetangga bapak ini kan pimpinan Gereja kami GKPI, ketika dia minta bantu apa dia percaya?" tanya Leonardo.

Baca juga: Pilihan Hefriansyah daftar ke DPD PDIP Sumut, Mangapul: Kita Apresiasi

Walikota pun menjawab, seperti yang diutarakan Leo, " 'Bawa semua orang yang gak percaya itu supaya ku jelaskan. Dan kalau nanti menang, ya sudah pasti menang. Minta saja jabatan yang Abang inginkan nanti.

Ini sudah keputusan saya.' baru ku jawab, 'Kalau itu keputusan bapak itu hak bapak. Tetapi saya akan tanya istri saya mau membantu bapak atau tidak. Lalu kami bersalaman dan pamit pulang" ungkap Leonardo.

Benarkah Hefriansyah Petugas Partai?

Kader DPD PDI Perjuangan provinsi Sumatera Utara yang sekaligus menjabat sebagai ketua Bappilu [Badan Pemenangan Pemilu ], Mangapul Purba, menegaskan bahwa Hefriansyah bukan petugas Partai.

"Beliau nggak terdaftar sebagai pengurus partai di PDIP," kata Mangapul dihubungi, Kamis (9/1/2020) sore. 

Mangapul berpendapat, bahwa persoalan itu merupakan antara pimpinan dan bawahan. Meski disebut-sebut petugas partai, itu bukan urusan PDI Perjuangan.

"Lagian urusan leo dengan Hefriansah adalah urusan bawahan dengan atasan di lingkungan eksekutif (ASN). Jadi tak ada hubungan dengan Partai, lagian kemarin walkot bukan di usung pdip," kata Mangapul menjelaskan.

Baca juga: Leonardo Simanjuntak dinonjobkan Walikota Pasca Pelantikan 176 Pejabat

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.

Komentar 1