Medan, hetanews.com - Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Sumatera Utara mengharapkan peringkat Sumut bisa menembus tujuh besar pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2020.

Hal ini dikatakan oleh Ketua IANI Sumatera Utara, Lamhot Simamora.

Pasalnya, dia mengatakan, peringkat Sumut pada gelaran PON Jabar 2016 menurun jika dibandingkan saat mengikuti PON Riau 2012.

Saat itu kontingen Sumut mampu menduduki peringkat delapan besar.

Sedangkan pada PON Jabar Sumut menempati posisi kesembilan.

"Kami berharap prestasi Sumut di PON Papua meningkat dibanding PON XIX di Jabar 2016, dimana Sumut menempati peringkat kesembilan. Kita harap nantinya di PON Papua, minimal Sumut, bisa naik ke peringkat delapan atau tujuh," ujar Lamhot didampingi Sekretaris Eka Siregar dan anggota pengurus Rotua Sibagariang dan Eric Fadillah di Medan, Rabu sore (8/1/2020).

Untuk mewujudkan target tersebut, Lamhot meminta, KONI Sumut lebih fokus dalam mempersiapkan atlet dalam menghadapi PON XX 2020 Papua.

Mantan petinju Sumut yang pernah menyandang gelar juara nasional ini maupun juara tinju profesional Asia Pasifik (OPBF) ini berharap raihan posisi delapan PON 2012, Riau bisa menjadi motivasi bagi KONI Sumut untuk menggenjot prestasi di PON Papua.

Dia menambahkan, Raihan prestasi lebih baik tentunya akan mendapat apresiasi dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Hal ini wajar karena Gubsu Edy memberi perhatian sangat besar terhadap pembinaan olahraga di provinsi ini.
Perhatian besar Gubsu ini diikuti pula dengan ditingkatkannya anggaran olahraga kepada KONI Sumut.

Perhatian besar Gubsu tersebut tentunya harus diikuti dengan peningkatan prestasi dan peringkat di PON Papua.

"Kita apresiasi perhatian Gubsu Edy Rahmayadi yang sangat besar. Beliau selalu meluangkan waktu terhadap kegiatan olahraga dan selalu melepas dan memberi motivasi atlet Sumut dalam mengikuti berbagai event olahraga nasional. Kita berharap hal ini dibalas dengan peningkatan prestasi di PON Papua nanti," ungkap Lamhot.

Lamhot tak menampik, upaya meningkatkan prestasi atau peringkat di PON Papua, bukanlah semudah membalikkan telapak tangan.

Apalagi, Papua merupakan provinsi yang mengandalkan cabor beladiri untuk mendulang medali emas, dan terlibat rivalitas ketat dalam dengan Sumut.

Selain itu, IANI Sumut juga menilai tren prestasi cabang beladiri Sumut, saat ini sedang menurun. Hal ini, salah satunya ditandai dengan gagalnya gulat, lolos ke PON Papua.

"Sumut dan Papua selama ini sama-sama mengandalkan cabang beladiri, dan selalu terlibat persaingan ketat dalam merebut medali emas dalam berbagai event nasional. Karena PON 2020 kali ini berlangsung di Papua, perjuangan Sumut nantinya bakal lebih berat," tambahnya.

Karena itu, Lamhot mendorong agar KONI Sumut segera bersiap.

Menurutnya, tak ada pilihan lain KONI Sumut harus fokus dan tidak boleh berleha-leha dalam persiapan menghadapi PON Papua.

Apalagi hingga saat ini mereka menilai hanya Wushu dinilai stabil, dalam cabang olahraga beladiri.

Karena itu, Kuncinya KONI Sumut harus benar-benar serius dan maksimal mendukung Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga serta para atlet yang telah lolos PON, dalam mempersiapkan diri ke PON Papua.

"Dengan anggaran yang lebih besar, prestasi olahraga Sumut di PON, seharusnya ditingkatkan dua kali lipat, dengan dana yang bisa dibilang seadanya pada PON Riau kita bisa masuk delapan besar, dengan dana yang lebih, prestasi Sumut sudah harusnya lebih meningkat," pungkasnya.

Sumber: tribunmedan.com