HETANEWS.COM

Dzulmi Eldin Sembunyikan Tawa Saat Jalani Sidang Kasus Korupsi, Tampak Cuap dengan Akhyar

Dzulmi Eldin saat tertawa dalam ruang sidang tipikor Pengadilan Negeri Medan

Medan, hetanews.com - Persidangan dugaan korupsi Kadis PUPR, Isa Anshari menghadirkan Dzulmi Eldin sebagai saksi di Ruang Sidang Tipikor Pengadilan Negeri Medan Kamis (9/1/2020).

Sidang yang digelar pada hari ini merupakan sidang lanjutan.

Saat menghadiri sidang tampak Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution duduk di samping Eldin.

Mereka berdua tampak intens mengobrol satu sama lain, entah apa yang menjadi topik pembicaraan mereka. Namun Eldin pada satu momen tampak menahan tawa sambil menutupi mulutnya dengan tangan kiri.

Sebelumnya PN Medan sudah menggelar sidang kasus dugaan korupsi Isa Anshari pada Kamis (2/1/2020).

Zhulmi Eldin hadir sebagai saksi dalam persidangan ini.

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan sembilan saksi.

Berbeda dengan persidangan sebelumnya yang menghadirkan tujuh saksi. Ketujuh saksi yang hadir dalam persidangan tersebut, yakni: Sekretaris Daerah (Sekda) Medan Wiriya Alrahman, pegawai Negeri Sipil di Dinas PU Medan Toga Situmorang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Chairul Syahnan, Staf Kadis PU Wahyu Hidayat, Krontraktor I Ketut Yada, Pengusaha Perempuan Ayen alias Yancel, dan seorang mantan PNS Edy Salman. 

Dzulmi Eldin saat duduk didampingi Akhyar Nasution di ruang pengadilan tipikor Medan, Kamis (9/1/2020)
Dzulmi Eldin saat duduk didampingi Akhyar Nasution di ruang pengadilan tipikor Medan, Kamis (9/1/2020) (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK)

Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin disalami koleganya saat memasuki ruangan sidang, Kamis (9/1/2020).

Pantauan wartawan www.Tribun-Medan.com, tampak mantan anggota DPRD Iswanda Nanda Ramli, para kepala dinas hingga Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menyalami Dzulmi Eldin.

Akhyar Nasution bahkan duduk bersebelahan dengan Dzulmi Eldin.

Di ruang sidang, Akhyar Nasution tampak mengenakan kemeja kotak-kotak merah dengan topi hitam.

Ia berbincang dengan Eldin di ruang sidang Cakra utama PN Medan, hampir 5 menit mereka berbincang.

Percakapan mereka dengan suara pelan serta sambil menutup tangan.

Setelah dipanggil ke kursi saksi, Akhyar tampak masih di ruangan hingga pukul 10.19 WIB.

Mengenai hal ini Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota (Pemko) Medan Arrahman Pane mengaku tidak mengetahui keberadaan Akhyar yang berada di pengadilan.

"Hari ini Bapak ada acara di Gang Buntu dekat Centre Point. Kalau soal itu (mendampingi) tidak tahu saya, tidak ada info," katanya kepada Tribun Medan.

Ia mengatakan, sebagai Plt Wali Kota Medan, Akhyar hari ini tetap masuk dan memiliki agenda.

"Tidak ada di jadwal soal itu (datang ke Pengadilan). Kalau ada artinya pribadi," ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) sebelumnya menetapkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Kepala Bagian Protokoler Syamsul Fitri Siregar, dan Kepala Dinas PUPR Isa Ansyari sebagai tersangka.

Dzulmi Eldin dan Syamsul diduga sebagai penerima suap. Sementara Isa Ansyari jadi terdakwa pemberi suap untuk Eldin.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers, Rabu (16/10/2019).

  • Bertahap dan bervariasi

Dzulmi atas bantuan Syamsul diduga menerima suap secara bertahap dengan jumlah yang bervariasi dari Isa Ansyari.

Pada 6 Februari 2019, Dzulmi mengangkat Isa sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Medan. Setelah pelantikan itulah, Dzulmi mulai diduga menerima sejumlah pemberian uang dari Isa.

Isa diduga memberikan uang senilai Rp 20 juta setiap bulan pada periode Maret hingga Juni 2019 ke Dzulmi. Sehingga nilai totalnya saat pada periode itu sekitar Rp 80 juta.

Pada 18 September 2019, Isa diduga kembali memberikan uang senilai Rp 50 juta ke Dzulmi.

"Pada bulan Juli 2019, DE (Dzulmi) melakukan perjalanan dinas ke Jepang didampingi beberapa kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Perjalanan dinas ini dalam rangka kerja sama sister city antara Kota Medan dan Kota Ichikawa di Jepang," kata Saut.

Terdakwa kasus suap mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Isya Ansyari kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Senin (23/12/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Terdakwa kasus suap mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Isya Ansyari kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Senin (23/12/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Dalam perjalanan dinas tersebut, Dzulmi mengajak istri, dua anaknya, dan beberapa orang lainnya yang tidak berkepentingan.

Dzulmi bersama keluarganya bahkan memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama tiga hari di luar waktu perjalanan dinas.

Di masa perpanjangan tersebut, menurut Saut, keluarga Dzulmi didampingi oleh Syamsul Fitri Siregar.

"Akibat keikutsertaan pihak-pihak yang tidak berkepentingan, terdapat pengeluaran perjalanan dinas Wali Kota yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak bisa dibayarkan dengan dana APBD. Pihak tour and travel kemudian menagih sejumlah pembayaran tersebut kepada DE," kata dia.

Sumber: tribunmedan.com 

Editor: Suci Damanik.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan