HETANEWS

Kisah Ibu Suratmi Memperjuangkan Empat Anaknya yang Menderita Kelumpuhan Selama 41 Tahun

Ibu Suratmi saat dikunjungi AKBP Heribertus. S.I.K, M.Si, di kediamannya, pada Selasa (7/1/2020) sore.

Simalungun, hetanews.com - "Kalau aku udah nggak ada, siapa yang mengurus anak - anaku nanti". Kata ini  terucap dari mulut seorang wanita, bernama Suratmi, warga Jalan Hati Rongga, Nagori  Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun yang tinggal di sebuah rumah milik seorang suster, dengan ke empat orang anak laki - lakinya yang mengalami lumpuh layu, bersama seorang suami yang juga menderita stroke.

Terlihat di wajah Suratmi yang kian menua, penuh dengan beban pikiran dan rasa letih dalam mengurus lima orang anggota keluarganya yang mengalami sakit.

Dan dengan keterbatasan ekonomi, membuat ibu berusia 53 tahun ini hanya bisa pasrah menghadapi cobaan hidup.

"Ya setiap hari begilah pak, mengurus anak - anak, memandikan dan mengganti pampers mereka serta memberikan makan, dan suami sakit stroke sudah satu tahun belakangan ini,"ungkap Suratmi.

Pada Selasa (7/1/2020) sore, ketika ditemui di kediamanya, Suratmi tampak sedikit bahagia karena masih ada orang - orang dermawan yang mau membantu, meringankan beban keluarganya. Dimana rombongan Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu. S.I.K,.M.Si, menyambangi kediamnya, sore itu.

"Saya berterima kasih kepada bapak, karena sudah mau melihat kondisi kami dan memberikan bantuan kepada saya dan anak - anak saya,"ujarnya.

Di hadapan rombongan Kapolres, Suratmi sedikit menceritakan, bahwa kelahiran kelima anak laki-lakinya itu, awalnya normal dan tidak ada kelainan apapun hingga beranjak usia 7 bulan, gejala sakit mulai tampak di tubuh kelima anaknya itu, dan bahkan satu orang meninggal dunia pada usia 2 tahun.

"Sewaktu lahir semuanya normal pak, tapi pada usia 7 bulanan mulai ada kelainan pada anak saya, seperti tidak  bisa diberdirikan dan kakinya juga berangsur membengkok, dan hal itu sejak kelahiran anak pertama di tahun 1979 lalu. Sedangkan anak saya yang bernama Hamza udah meninggal pada usia dua tahun,"kisah Suratmi.

Sementara itu, satu - satunya sang pencari nafkah yaitu suami Suratmi, yakni Suman (68), hanya bisa tergeletak dan duduk di kursi roda karena sakit stroke, sejak satu tahun belakangan.

Baca juga: Kapolres Simalungun Bantu Pasutri yang Miliki 4 Anak Lumpuh Layu

“Kalau bapak udah satu tahun belakangan stroke dan nggak bisa bekerja lagi, bagaimana lah anak - anakku nanti kalau aku nggak ada, siapa yang mau mengurus orang ini,"kata Suratmi, di sela-sela kunjungan tersebut.

Suratmi juga menambahkan,  bahwa sebelum mengalami stroke, suaminya bekerja sebagai tukang cuci mobil di jalan Asahan dengan penghasilan pas - pasan untuk menghidupi ke empat anak mereka yang bernama, Suwito (40), Adi (37), Rian (34), dan Sharul (30).

Meski demikian beratnya cobaan yang Suratmi alami, namun ia tetap berusaha, agar anaknya tetap sehat, meski dengan kondisi lumpuh dan tak bisa berbuat apa - apa.

Penulis: tim. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.