HETANEWS

Walikota Nonjobkan Satu orang Pejabat yang Lulus Assessment

Mangapul Sitanggang [dok; pribadi]

Siantar, hetanews.com - Pemberhentian dan pengangkatan Pejabat oleh Walikota Hefriansyah, yang ditandai dengan pelantikan 176 pejabat oleh Wakil Walikota Togar Sitorus, Senin kemarin, menonjobkan satu orang pejabat yang lulus assessment test.

“Saya kaget diganti. Alasannya saya tidak bersalah,” ungkap Mangapul Sitanggang, ditemui Selasa (7/1/2019) siang di Jalan Gereja Pematangsiantar.

Mangapul Sitanggang dinonjobkan dari jabatan Sekretaris Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu [DPMTSP] atau dikenal Dinas Perizinan Pematangsiantar.

Menurut dia, pemberhentian dan pengangkatan pejabat oleh Walikota Hefriansyah sangat janggal. Apalagi ia salah satu peserta terbaik dari seleksi JPT Pratama di lingkungan Pemko Pematangsiantar, pada Agustus 2019.

“Saya lulus assessment test yang melalui pengujian tim independen dan ujian psikotesnya dua hari. Kemudian [Menyusun] Makalah sampai ke Medan. Saya lulus disitu, di Dinas Ketahanan Pangan. Tapi okelah, itu hak-nya Walikota memilih.” katanya.

Mangapul membandingkan beberapa orang pejabat yang dari bawah dilantik menduduki jabatan. 

“Tapi saya dicopot sekarang. Saya gak tau alasannya apa, sangat janggal kali. Ke atas [Jabatan] saja saya bisa. Justru sekarang saya di Nonjob kan sementara kita gak tau alasannya,”ucapnya. “Saya kaget, apa salah saya?” tanya pejabat Eselon III A ini.

Baca juga: 2 Ajudan Dapat Jabatan Strategis, Apakah Untuk Kepentingan Pilkada?

Dia mengaku selama ini tidak ada menerima teguran dari atasan. “Gak pernah dapat peringatan, gak pernah dapat SP. Bukti-bukti saya kerja ada saya tandangani,” ungkapnya.

Pasca dinonjobkan, Ia masih memikirkan langkah apa yang harus ditempuh. Kata Mangapul, dirinya  berencana melaporkan persoalan ini.

 “Langkah saya 3. Tapi masih dipertimbangkan, yang pertama saya akan bawa ini ke KASN, kedua ke PTUN dan ketiga saya biarkan saja, yang penting semua warga sudah tau,” katanya.

Bukan akibat dinonjobkan, Mangapul merasa malu dengan pola pemerintahan Hefriansyah-Togar Sitorus dalam penataan ASN dilingkungan Pemko Pematangsiantar.

“Biar bagus pelan-pelan, malu kita lihat daerah-daerah lain. Biar bagus tertata. Karena apa yang saya bilang fakta,” ucapnya.

Baca juga: Mantan Sekretaris Perizinan Ungkap Setoran 30 Persen Oleh Bendahara

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.