HETANEWS

Jual Beli Sabu, Dua Warga Siantar Diancam 6 Tahun Penjara

Dua terdakwa berjalan meninggalkan ruang sidang usai dituntut 6 tahun penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Rahmat Gulo als Rahma (38), warga Siantar Martoba, terbukti membeli sabu dari terdakwa Dikky Dinata Peranginangin (32), warga Siantar Utara, masing - masing dituntut 6 tahun penjara, denda Rp1 Milyar, subsider 6 bulan penjara.

Surat tuntutan jaksa Dedy tersebut, dibacakan oleh jaksa pengganti, Devica, di PN Simalungun, Selasa (7/1/2020).

Keduanya disidangkan terpisah dan dipersalahkan jaksa dengan pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika, sebagaimana dakwaan primer. Keduanya secara lisan memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim, pimpinan Hendrawan Nainggolan.

"Saya menyesal yang mulia, saya mohon hukuman saya diringankan,"kata terdakwa secara bergantian,  siang tadi.

Selama persidangan, keduanya didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun.         

Menurut jaksa penuntut umum, Rahma Gulo, ditangkap di jalan Asahan Simalungun, pada Selasa (2/7/2019), lalu, dengan barang bukti, 2 paket sabu seberat 0,32 gram (bruto).

Narkotika jenis sabu itu, diakuinya dibeli dari terdakwa Dikky, paket Rp200 ribu, di lokasi rel Kereta Api, belakang Pasar Horas Siantar.

Gulo membeli sabu ditemani Adi (melarikan diri) saat melihat petugas, di jalan Asahan. Selain sabu, polisi juga menyita ponsel dari saku terdakwa Gulo.           

Untuk pengembangan, terdakwa Gulo diperintahkan petugas memesan sabu lagi kepada Dikky. Hingga Dikky juga berhasil diringkus, di rumah kontrakan, jalan Mataram I Siantar.            

Untuk putusan, majelis hakim akan bermusyawarah. Sidang dibantu panitera pengganti, Jonni Sidabutar SH, dan ditunda hingga Selasa (21/1/2020) mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.