HETANEWS

Pesawat Angkut Militer Sudan Jatuh, 18 Orang Tewas

Pesawat militer Antonov 12. Foto/eturbonews

Khartoum, hetanews.com - Sebuah pesawat angkut militer milik Sudan jatuh setelah lepas landas dari negara bagian Darfur Barat, Kamis (2/1/2020) malam.

Tragedi itu menyebabkan 18 orang tewas termasuk empat anak. Pesawat jatuh lima menit setelah lepas landas dari bandara di ibu kota negara bagian Darfur Barat, El Geneina, setelah memberikan bantuan di wilayah itu.

Wilayah yang diberi bantuan merupakan daerah yang dilanda pertempuran mematikan antarsuku baru-baru ini.

"Sebuah pesawat militer Antonov 12 jatuh Kamis malam setelah lepas landas dari El Geneina yang menewaskan tujuh awaknya, tiga hakim dan delapan warga sipil, termasuk empat anak-anak, yang berada di atas pesawat," kata juru bicara militer setempat, Amer Mohammed Al-Hassan, seperti dikutip AFP, Jumat (3/1/2020).

Dia mengatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kecelakaan. Sebagian besar armada militer dan sipil Sudan terdiri dari pesawat tua buatan Uni Soviet.

Negara itu telah mengalami serangkaian kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir, dengan militer sering menyalahkan masalah teknis dan cuaca buruk.

Diguncang Perang Antar Suku

Darfur Barat baru-baru ini diguncang perang antarsuku. Menurut Bulan Sabit Merah Sudan, setidaknya 48 orang telah terbunuh dan 241 orang lainnya terluka dalam kekerasan tersebut.

Bentrokan bersenjata pecah pada Minggu malam di El Geneina, dan berlanjut hingga Senin antara kelompok-kelompok Arab dan Afrika. Beberapa rumah dibakar selama kekerasan berlangsung.

"Pagi ini situasinya tenang," kata Bulan Sabit Merah pada hari Kamis. Jasad 48 orang yang tewas telah dipindahkan ke kamar mayat di El Geneina dan 19 orang yang terluka dalam kondisi kritis dan diterbangkan ke Khartoum untuk dirawat.

Menurut media Sudan, pertempuran meletus setelah perselisihan antara dua orang, tetapi tidak jelas apa yang memicu hal itu.

Seorang wanita yang dihubungi melalui telepon pada hari Selasa kemarin, mengatakan bahwa ia telah melarikan diri dari kamp Krinding untuk orang-orang Masalit yang telantar, sebuah kelompok etnik non-Arab, dekat El Geneina setelah para penyerang membakar tenda-tenda di sana.

“Tenda kami dibakar. Kami tidak memiliki makanan dan hanya pakaian di punggung kami dan ada tubuh yang berserakan di tanah," katanya kepada AFP. Pemerintah juga mengerahkan pasukan ke El Geneina untuk memulihkan ketertiban.

Sumber: Sindonews.com

Editor: edo.