HETANEWS

Christina Koch Pecahkan Rekor Perempuan Terlama di Penerbangan Antariksa Tunggal

Astronot NASA Christina Koch(NASA/Bill Stafford)

Hetanews.com - Astronot NASA Christina Koch memecahkan rekor sebagai perempuan terlama yang melakukan penerbangan antariksa tunggal.  Melansir NASA, Koch berhasil mengalahkan catatan waktu pemegang rekor sebelumnya, Peggy Whitson.

Peggy merupakan salah satu orang yang menjadi sumber inspirasinya untuk mencapai catatan-catatan sejarah yang ia torehkan sekarang. Christina Koch melakukan pengamatan dari stasiun luar angkasa internasional. Sebelumnya, ia telah mencatatkan sejarah selama tinggal di laboratorium orbital. 

 Pada Oktober 2019,  Koch menjadi bagian dari misi antariksa pertama dengan anggota yang semuanya perempuan bersama dengan Jessica Meir.  "Saya pikir, menyoroti misi antariksa pertama dengan seluruh awak perempuan penting dilakukan.

Menurut saya, ini dapat menginspirasi karena penjelajah luar angkasa di masa mendatang butuh melihat orang lain yang mengingatkan mereka akan dirinya sendiri," kata Koch sebagaimana dikutip Space.

Pada misi kali ini, ia pun kembali mencatatkan sejarah.  Koch melakukan misi luar angkasa pada 14 Maret 2019 dengan rencana 6 bulan lamanya. Akan tetapi, misi tersebut diperpanjang oleh NASA.  Alasannya, untuk mengumpulkan lebih banyak data tentang efek penerbangan luar angkasa yang berdurasi panjang.

 Ia dijadwalkan untuk mendarat kembali ke Bumi pada 6 Februari 2020.  Saat Koch kembali ke Bumi pada Februari 2020, ia tercatat menghabiskan waktu lebih dari 300 hari di luar angkasa. Mengutip The Independent, catatan waktu tersebut hanya berjarak 12 hari lebih sedikit dari rekor astronot Amerika Serikat Scott Kelly yang menghabiskan 340 hari di luar angkasa.

Sementara itu, rekor dunia untuk misi penerbangan antariksa tunggal, baik untuk perempuan atau laki-laki, masih dipegang oleh kosmonot Valery Polyakov. Valery menghabiskan 438 hari di stasiun luar angkasa Rusia, yaitu dari Januari 1994 hingga Maret 1995.

 Atas capaiannya, Koch berharap bahwa prestasinya dapat menginspirasi orang lain. Ia juga berharap bahwa rekornya dapat terpecahkan kembali sesegera mungkin.  "Lakukan apapun yang kamu takuti. Semua orang harus berpikir apa yang membuat mereka tertarik dan apa yang menarik mereka," kata Koch sebagaimana dikutip dalam The Independent. 

 Menurut Koch, mencoba hal-hal tersebut sedikit menakutkan. Namun, biasanya ketakutan menunjukan adanya ketertarikan. 

"Jika kamu dapat mencapai hal-hal di luar pemikiran awalmu, kamu akan merasa sangat puas. Capaian tersebut bisa menjadi prestasi pribadi dan terkadang juga dapat berarti memberikan sesuatu kembali kepada dunia," lanjut Koch. 

Mengutip Space, Koch mengungkapkan, bukan tentang banyaknya hari yang dihabiskan di atas sana, tetapi apa yang bisa dilakukan setiap harinya.  Menurut dia, pemikiran seperti ini menjadi pengingat untuk selalu melakukan yang terbaik. 

Sumber: kompas.com

Editor: sella.