HETANEWS

Belum Selesai Menjalani Hukuman, Selin Kembali Diadili Dalam Kasus Narkoba

Selin diikuti pengacara saat meninggalkan ruang sidang, usai didakwa sebagai pengedar sabu. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Sesuai catatan pada redaksi hetanews.com dan masih segar dalam pemberitaan, terdakwa Celina Rizky als Selin (21), warga jalan Medan, Simpang Mesjid, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, baru saja divonis selama 2 tahun penjara, pada 19 September 2018, lalu, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Dengan kasus penangkapan dan mulai ditahan, pada 14 Januari 2018, lalu. Seyogianya, wanita ini bebas, pada Januari 2020 mendatang. Tapi Selin, kembali diadili di PN Siantar, Senin (30/12/2019).

Selin ditangkap polisi, pada 28 Agustus 2019, lau, yang artinya saat ditangkap masih dalam pembebasan bersyarat (PB). Belum selesai hukuman, ternyata wanita ini tidak jera dan benar – benar doyan bisnis narkoba.

Menurut dakwaan jaksa, Christianto Situmorang, Selin ditangkap di rumahnya, jalan Medan KM. 4,5 Simpang Mesjid, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba.

Tak tanggung-tanggung, wanita ini bukan hanya pengguna, tapi juga pengedar 2,12 gram sabu (netto). Dibuktikan dengan belanja sabu seharga Rp5 juta dan juga barang bukti timbangan digital.

Terdakwa ditangkap saksi, Dimas Abimanyu, Syamuel Simorangkir dan saksi Sindi S. Simanjuntak, berdasarkan informasi dari masyarakat. Dari hasil penggeledahan di rumah terdakwa, ditemukan 1 dompet berwarna cream yang didalamnya berisi 1 kotak cotton bud yang berisi gulungan tisu berisi 3  paket narkotika jenis sabu dan 3  buah plastik klip bekas pembungkus sabu.

Dari dalam lemari dilipatan kain, ditemukan 1 paket narkotika jenis sabu, 1 pipa kaca, dan 1  kompeng karet,  bong. Juga dompet berwarna biru yang berisi 6 mancis, 2  buah jarum suntik, 5 buah pipa kaca, 4 buah kompeng karet dan 12 pipet, 1  dompet warna belang-belang yang berisi 1mancis, 1 jarum suntik, 1  timbangan digital dan 1 bungkus plastik klip sabu.

Kepada petugas, Selin mengakui, jika 4 paket sabu adalah miliknya yang dibeli dari Nirwansyah Hutagalung (DPO), pada hari Jumat, 2 Agustus 2019 lalu, pukul 17.00 WIB, di terminal Kota Sibolga dengan harga Rp.5.000.000.dan akan dijual kembali.

Ironis, meski barang bukti cukup banyak, tapi jaksa tetap mencantumkan pasal pengguna dalam surat dakwaannya. Terdakwa dijerat dengan pasal 114 (primer) atau kedua pasal 112 dan ketiga pasal 127 UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Didampingi pengacara, FD Rangkuty dari Posbakum PN Siantar, terdakwa menyatakan tidak keberatan dengan dakwaan jaksa. Berhubung saksi-saksi belum hadir, majelis hakim, Danar Dono, Simon CP Sitorus dan Hendrik, menunda sidang hingga Senin (6/1).

"Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, sidang ditunda seminggu,"kata Danar.

Penulis: ay. Editor: gun.