HETANEWS

Sewa Pondokan di Pantai Kasih Parapat Dibandrol Rp100 Ribu

Sewa pondo dibandrol Rp100 ribu, di Pantai Kasih Parapat. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Musim liburan telah tiba, Danau Toba Parapat, menjadi satu destinasi yang harus dikunjungi pendatang.

Setelah hampir 2 tahun sepi pengunjung karena banyaknya musibah yang menimpa dan cerita mistis tentang Danau Toba yang indah.

Pemerintah mulai membangkitkan gairah Danau Toba, melalui Kaldera Geopark Kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

Salah satunya kota turis Parapat yang dulunya begitu fenomenal tentang wisata Danau Toba yang terkenal dengan berbagai budayanya dan cenderamatanya.

Tampaknya upaya pemerintah kurang didukung masyarakat sekitar. Khususnya saat pengunjung mulai suka datang kemari, semua 'dimanfaatkan", dengan harga yang fantastis. Masyarakat sekitar yang mempunyai usaha sewa podokan (sewa tikar) membandrol lapaknya Rp.100 ribu.

Hal ini membuat pengunjung kaget dengan harga fantastis itu. Padahal, baru - baru ini, pengunjung juga dikecewakan harga tarif parkir yang dibandrol Rp50 ribu.

Sebahagian masyarakat pengunjung sudah berucap syukur dengan dihapusnya retribusi tiket masuk. Tapi didalam Parapat, harga sewa tikar dibandrol Rp100 ribu, di Pantai Kasih Parapat.

Keluarga ini pun akhirnya pergi meninggalkan pantai akibat mahalnya sewa pondok. (foto/ay)

Pemerintah setempat hendaknya berkordinasi dengan pengusaha setempat untuk menentukan tarif sewa tikar, parkir dan lainnya. Sehingga ada keseragaman dan senaknya menentukan harga.

Jika hal ini dibiarkan, dipastikan masyarakat pengunjung akan merasa "kapok", untuk datang ke tempat ini. Tarif suka - suka ini terjadi pada Minggu (29/12/2019), di Pantai Kasih Parapat.

Sesuai pantauan Hetanews.com, di hari libur itu, pengunjung banyak yang datang. Tapi akhirnya mencari tempat gratis tanpa pondokan untuk sekedar menikmati indahnya alam Danau Toba.

Pengunjung tak ingin sewa tikar karena mahalnya. Seperti dialami pengunjung dan keluarganya yang ingin membentangkan tikar dekat dengan kawasan pantai, tapi tidak diizinkan oleh penguasa lahan di sana. Kawasan pantai terkesan tak bersahabat, mau duduk aja diusir seakan-akan lahan nenek moyang.

Masyarakat berharap, Danau Toba dapat berkembang seperti wisata lainnya di Indonesia. Seperti Jogya dan daerah lain yang tidak mahal dan tidak menentukan harga  seenaknya. Juga keramahan tamahan kepada pengunjung.

Sehingga masyarakat puas dan merekomendasikan tempat tersebut sebagai tempat wisata yang layak dikunjungi, murah, ramah dan penuh kesan. Berharap yang terbaik untuk Danau Toba.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.

Komentar 2