HETANEWS.COM

Gereja Lapas Klas IIA Siantar Dibangun Tanpa Bantuan Pemko dan Pemkab

Gereja di Klas IIA Siantar yang kini bermuatan 800 orang kata Hiras. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com – Kalapas Klas IIA Siantar, Porman Siregar, berhasil membangun sejumlah rumah ibadah, di Lapas Klas IIA Siantar. 

Rumah ibadah yang sebelumnya Mesjid dan Gereja hanya bermuatan untuk 50 orang saja, tapi kini Mesjid sudah bisa menampung 1000 orang jemaah, Gereja sudah berkapasitas 800 orang dan Vihara sudah layak untuk digunakan ibadah.

Tentu saja, ini menjadi rekor yang luar biasa di Lapas Klas IIA Siantar yang terletak di jalan Asahan Km 7, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Semua rumah ibadah ini dibangun tanpa ada bantuan pemerintah daerah, baik Pemko Siantar maupun Pemkab Simalungun. Tapi dibangun berdasarkan swadaya Lapas, gaji petugas yang dipotong dan juga tenaga bangunan dari warga binaan yang rela kerja hanya diberi kopi dan makan, ungkapnya.

Menurut Ketua II Pembangunan Gereja, Hiras Silalahi, pembangunan semua rumah ibadah tersebut, merupakan tekad dan apresiasi Kalapas Porman Siregar. Yang saat pertama bertugas di Lapas Siantar merasa prihatin dengan kondisi Lapas,katanya. Prihatin bukan hanya terhadap tempat ibadah tapi semua penghuninya, tambahnya.

Maka untuk merubah sikap warga binaan, dimulai dengan perbaikan mental yakni dengan pendekatan diri kepada Tuhan. Maka dengan sudah berdirinya sejumlah rumah ibadah di Lapas yang layak, maka warga binaan diajak untuk ibadah.

Setiap hari Jumat, semua melaksanakan ibadah dibimbing rohaniawan, ustad dan pendeta, biksu yang didatangkan dari Kemenag. Sekarang kondisi Lapas Klas IIA menjadi lebih baik dan warga binaan lebih aman dan tenteram, papar Hiras Silalahi, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/12/2019) di Lapas.

Menurut Hiras, Gereja yang baru selesai dibangun berbiaya Rp280 juta dan dikerjakan selama 3 bulan. "Baru selesai dibangun dan baru pertama kali ini, Natal dilaksanakan dalam Gereja,"kata Hiras.

Meski masih belum sempurna karena belum dipasang plafon, tapi setidaknya sudah dapat dimanfaatkan untuk kebaktian, katanya lagi.

Sebelumnya, ibadah dilaksanakan di aula dan "salib" jadi sering dibuka dan dipasang karena aula bukan hanya untuk kebaktian.

Tapi kini "salib", sudah ada di tempat yang pantas. Saat ini, Lapas dihuni 2083 warga binaan, jelas Hiras.

Seperti diungkapkan Simarmata, seorang warga binaan yang merasa sangat berterima kasih kepada Kalapas karena peduli dan selalu memperhatikan warga binaan. Kami juga berharap, jika bebas nanti dapat diterima kembali di tengah - tengah masyarakat dan menjadi manusia yang lebih baik, katanya.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan