HETANEWS

Mendapat Pengawalan Puluhan Petugas, Hakim Tolak Eksepsi Dua Warga Sihaporas

Masyarakat Sihaporas pakai baju hitam dan berselendang ulos saat menghadiri persidangan rekannya. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim, Roziyanti, Aries Ginting dan Novarina Manurung, dalam putusan sela, Senin (23/12/2019), menolak eksepsi pengacara dua terdakwa, Jonny Ambarita (44)  dan Thomson Ambarita (41), masing – masing warga Sihaporas,.

"Menolak eksepsi para terdakwa dan melanjutkan persidangan dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi,"kata Roziyanti, selaku ketua majelis hakim PN Simalungun.          

Dalam ruang sidang Candra PN Simalungun tersebut, terlihat beberapa warga Sihaporas yang mengikuti jalannya persidangan, memakai pakaian hitam hitam dan berselendang ulos. Sedangkan di luar persidangan, juga terlihat puluhan petugas mengawal proses persidangan.

Karena seperti biasanya, setiap persidangan digelar, di hari Senin, masyarakat Sihaporas melakukan aksi demo, minta rekannya dibebaskan.

Baca juga: Kantor PN Simalungun Kembali Didemo Warga Sihaporas, Polisi Didesak Tangkap Humas TPL

Namun siang itu, warga meninggalkan ruang sidang dengan tertib tanpa teriak dan tanpa pengeras suara.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan ditunda hingga Senin (6/1/2020) mendatang.

Terdakwa Jonny Ambarita dan Thomson Ambarita, di hadapkan ke persidangan karena didakwa telah melakukan penganiayaan terhadap Bahara Sibuea, selaku Humas Toba Pulp Lestari (TPL) dan beberapa karyawan TPL lainnya.

Sebelumnya, masyarakat Sihaporas, melalui pernyayaannya, mendesak PN Simalungun membebaskan Jonny Ambarita (44)  dan Thomson Ambarita (41) dari dalam tahanan. 

Kemudian mendesak Polres Simalungun  untuk segera menangkap Humas PT TPL, Bahara Sibuea  atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Bahara Sibuea  terhadap Thomson Ambarita, pada 16 September 2019 lalu, di Buntu Pangaturan Desa Sihaporas, sekirar pukul 11.30 WIB, berdasarkan Laporan Polisi No. STPL/84/IX/2019 tanggal 18 September 2019.              

Tapi pengaduan masyarakat Sihaporas belum ditanggapi Polres, sehingga memicu amarah warga.

Jaksa Firmansyah, menjerat terdakwa Jhonny dan Tomson, melanggar pasal 170 atau pasal 351 (1) KUH Pidana.

Penulis: ay. Editor: gun.