HETANEWS

Operasi Khusus Indonesia-Filipina: Bebaskan 2 WNI dari Abu Sayyaf

Tiga nelayan WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Foto: Daily Express Malaysia

Jakarta, Hetanews.com - Pemerintah Indonesia dan Filipina berhasil membebaskan dua dari tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Mindanao, Minggu (22/12). Pembebasan sandera melalui operasi khusus itu merupakan buah pembicaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan, berbagai langkah diplomasi telah dilakukan sejak awal. Selain pembicaraan antara Presiden Jokowi dan Duterte, ada kontak antara Kemenlu RI dengan Kementerian Pertahanan Filipina.

“Pembicaraan tersebut ditindaklanjuti dengan  koordinasi internal Pemerintah RI yang dilakukan Kemenkopolhukam RI,” demikian tertulis dalam siaran pers Kemenlu.

Selanjutnya, Badan Intelijen Negara (BIN) juga melakukan pembicaraan dengan Angkatan Bersenjata Filipina. Hasil pembicaraan kedua belah pihak akhirnya menyepakati operasi pembebasan.Operasi pada pagi hari yang diwarnai kontak senjata itu berhasil membebaskan dua sandera, yakni Maharudin Lunani (48) dan Samiun Maneu (27).

Namun, satu sandera lagi atas nama Muhammad Farhan (27) masih berada di tangan kelompok Abu Sayyaf, sedangkan satu anggota militer Filipina meninggal dunia.

“SM (Samiun) dan ML (Maharudin) akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan selanjutnya akan segera direpatriasi ke Indonesia,” ujar Kemenlu RI.

Pemerintah RI pun menyampaikan apresiasinya atas dukungan Filipina dalam upaya pembebasan WNI yang disandera itu. “Pemerintah Indonesia juga menyampaikan dukacita atas gugurnya satu personel militer Filipina dalam operasi tersebut,” tulis siaran pers Kemenlu.

Sebelumnya Maharudin Lunani, Muhammad Farhan dan Samiun Maneu yang berprofesi sebagai nelayan diculik saat sedang mencari udang di perairan Pulau Tambisan, Lahad Datu di Sabah, Malaysia pada September silam.

Pelaku penculikan adalah tujuh pria bersenjata yang terafiliasi dengan kelompok Abu Sayyaf di Mindanao, Filipina Selatan.

Sumber: JPNN.com

Editor: edo.