Siantar, hetanews.com - Tampaknya wilayah kota Pematangsiantar masih rawan akan peredaran narkoba. Dan bahkan, Sumatera Utara (Sumut) menduduki posisi ke-2, setelah posisi pertama ditempati DKI Jakarta, sebagai daerah rawan penyalahguna peredaran narkotika.

Hal ini diketahui saat Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Siantar melakukan press release, di Jalan Balai Keselamatan, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Jumat (20/12/2019) siang tadi, pukul 11.00 WIB.

Walaupun menduduki posisi nomor 2 setelah Kota DKI Jakarta, BNNK Siantar mengempur dengan cara memberantas narkotika dan berhasil mengamankan barang bukti ganja sebanyak 143 Kg dari Jalan Tambun Timur, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba.

"Jadi dalam pemberantasan narkotika jumlah kasus ada sebanyak 6 kasus yang berhasil kita lakukan, dengan jumlah tersangka sebanyak 8 orang. Dan jumlah barang bukti dari narkotika jenis sabu sebanyak 87,87 gram dan untuk ganja sendiri sebanyak 3242.96 gram,"ucap Kepala BNNK Siantar, AKBP Sinuhaji.

Selain pemberantasan, BNNK Siantar juga meningkatkan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahayanya menyalahgunakan dan peredaran gelap naekotika.

"Kita juga melakukan penyelenggaraan diseminasi informasi di Kota Pematangsiantar yang telah kita laksanakan sebanyak 127 kegiatan dengan jangkauan sebaran informasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika (P4GN)," terangnya.

Lanjutnya, pada periode tahun 2019 BNN Siantar telah mendorong 3 lembaga atau instansi, baik pendidikan dan organisasi masyarakat. Serta sebanyak 73 orang relawan anti narkoba sebagai pernjangan tangan BNN di lingkungannya masing-masing.

Program pemberdayaan kepada masyarakat juga dilakukan oleh BNNK Siantar dengan tujuan membetuk masyarakat yang imun terhadap penyalahguna dan peredaran narkotika.

"Pelaksanaan tersebut menghasilkan pegiat-pegiat anti narkoba yang memiliki komitmen dalam menanggulangi  permasalahan narkotika di lingkungannya masing-masing,"ujarnya kepada sejumlah awak media yang hadir.

Lebih lanjut, dia mengatakan, bahwa sepanjang tahun 2019, BNNK telah melaksanakan rangkaian kegiatan, berupa pemetaan kelompok sasaran dan peningkatan kapasitas dengan jumlah kegiatan 9 kegiatan dan menghasilkan 80 pegiat anti narkoba.

"Dari 80 pegiat salah satunya 20 dari instansi pemerintah, lingkungan kerja swasta 20, lingdik formal-non formal 20, dan lingkungan masyarakat 20 orang,"terangnya.

Selain itu, upaya pencegahan pemberdayaan masyarakat dan pemberantasan, BNNK juga melakukan rehabilitas berkelanjutan terhadap penyalahguna narkotika, ujarnya.

"Jadi sepanjang tahun 2019 sebanyak 68 klien mendapatkan rehabilitas, baik itu rehabilitas rawat jalan sebanyak 48 orang dan rawat inap 20 orang," pungkasnya.

Dan BNNK Siantar, pada hari Senin, 23 Desember 2019 mendatang akan melakukan tes urine kepada para ASN dengan terget regulasi 680 ASN, akhirnya.