HETANEWS.COM

Pelaku Pembakar 9 Unit Kios Ternyata Sering Mendapat Kekerasan dari Orang Tuanya Sejak Kecil

Tersangka Vika ketika digiring petugas kepolisian dari TKP. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Tersangka Vika Febriani (27), ternyata mempunyai kisah yang sangat pahit, sejak masih kecil. Terungkap, dia lahir dari keluarga yang broken home, karena orang tuanya telah lama bercerai, bahkan Vika juga kerap mendapat kekerasan fisik dari orang tuanya.

Untuk mengetahui perjalanan hidup Vika, awak media ini mencoba menemui seorang wanita yang disebut - sebut sebagai ibu angkat Vika, yang berada di Jalan Gunung Simanuk - manuk, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (18/12/2019).

Ibu angkat tersangka yang diketahui bernama Lilis Suryani Daulay (56), mengaku sangat terkejut, begitu mendengar anak angkatnya itu menjadi tersangka, dengan kasus pembakaran sembilan unit kios yang berada di Jalan WR Supratman.

Diceritakan Lilis, sebelum Vika diangkat menjadi anaknya, mereka (Lilis, Vika, red) adalah tetangga, sebelum keluarga Vika pindah dan mengontrak di depan stasiun kereta api.

Baca juga: Warga Maki Tersangka Pembakar 9 Unit Kios di Jalan WR Supratman, Ini Ancaman Hukumannya

"Jadi tahun 1990-an, orang tua si Vika ini sudah bertetangga sama kami, bahkan si Vika pun masih kecil-kecil. Memang saya juga kasihan melihat Vika dan adik-adiknya karena orangtua mereka broken home," ucap Lilis, ketika berada di sekitar Taman Hewan.

Lilis berani mengatakan seperti itu, karena hal itu memang terbukti, dengan sikap kedua orang tuanya yang sering meninggalkan anaknya Vika, beserta adik-adiknya, sehingga tidak terurus.

"Karena prihatin saya sama si Vika dan adik-adiknya ini, saya memutuskan untuk mengurus mereka. Sebelum saya urus, mereka untuk makan saja meminta, kalau si Vika ini sudah saya anggap, seperti anak saya sendiri,"ujarnya dengan berlinang air mata.

Lanjutnya, bukan cuman tidak diurusi, si Vika sama adik-adiknya itu, sering kali dipukuli ditempat yang ramai orang. Padahal si Vika sudah meminta ampun dan minta maaf sama orangtuanya tapi tetap saja dipukuli.

Akibat kedua orang tuanya broken home, Vika kemudian putus sekolah dan hidup dijalanan sebagai pengamen dan setelah itu orangtuanya pindah ke depan stasiun kereta api.

"Saya yakin, Vika stres karena ulah orang tuanya yang tidak begitu perduli. Dari kecil, memang si Vika ini dikenal anak yang baik, tapi mungkin karena sering mendapat kekerasan fisik, makanya dia seperti itu (stres).

Dan sebelum terjadi kebakaran yang di jalan depan stasiun, Vika sempat datang kesini, tapi dengan keadaan memprihatinkan dan Vika cuman sebentar saja datang ke rumah saya lalu pergi lagi, ujarnya.

Lilis meyakinkan, kalau perbuatannya itu (pembakaran) sembilan unit kios tersebut karena stres. Apalagi Vika dengan suami keduanya, pisah ranjang dan ditambah tidak mempunyai pekerjaan tetap.

"Si Vika ini melawan sama orang tuanya karena ibunya tidak becus mengurusinya mulai Vika kecil. Tapi saya juga prihatin dengan ibu kandung Vika dan adik - adiknya karena mereka harus kehilangan rumah, tapi saya bersedia meringankan beban orang tuanya Vika, bagaimana rumah yang hangus terbakar bisa berdiri lagi dan orang tuanya mempunyai tempat tinggal," akhirnya.

Seperti diberitakan, Vika telah ditetapkan menjadi tersangka oleh pihak Polres Siantar atas pembakaran sembilan unit kios yang berada di depan Stasiun Kereta Api, Jalan WR Supratman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Senin (16/12/2019), lalu.

Penulis: res. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan