Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Andri Anto alias Anto (28), warga Cokroaminoto Gang Tinju Jaya 25, Kelurahan Baru, Kecmatan Siantar Barat, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (18/12/2019), atas kepemilikan sabu.        

Jaksa Dedy Sihombing SH, menghadirkan dua saksi dari kepolisian, yakni Donald Tobing dan Alpredo Tampubolon. Kedua saksi, setelah disumpah menerangkan, penangkapan terhadap terdakwa Andri, dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat, pada Sabtu, 3 Agustus 2019, lalu, sekitar pukul 15.30 WIB.            

Kedua saksi kompak mengatakan, sebelum penangkapan, terdakwa tampak membuang bungkusan dari atas sepeda motor dan terdakwa diamankan.

Sementara temannya yang membonceng, tancap gas alias melarikan diri. Lalu Andi, bersama barang bukti, satu paket sabu 0,34 gram, diserahkan ke Polres Simalungun untuk diproses secara hukum yang berlaku.               

Menjawab pertanyaan majelis hakim yang diketuai A Hadi Nasution SH MH, terdakwa didampingi pengacara, Harfin Siagian SH, dengan tegas membantah keterangan kedua saksi tersebut.              

"Benar saya disuruh oleh Nopri untuk membeli sabu dua paket dan satu paket sudah kami pakai. Sedangkan satu paket lagi dikantongi oleh Nopri dan begitu melihat polisi datang, Nopri membuang bungkusan paket sabu, lalu tancap gas dan melarikan diri dan saya ditangkap, “kata terdakwa.

“Itukan pendapat saudara, hadirkanlah si Nopri, biar keteranganmu bisa kami percaya,"jelas ketua majelis hakim,  Hadi.

Untuk mendengar tuntutan jaksa, sidang ditunda pada Kamis (19/12/2019) mendatang.