HETANEWS

Video Viral Pemuda di Kebumen Berkendara Sepeda Motor sambil Mandi

Potongan video pria naik sepeda motor sambil mandi. ©2019

Kabumen, hetanews.com - Video Pemuda Mandi sambil naik sepeda motor di jembatan pelangi atau jembatan baru Pejagoan, perbatasan Kebumen viral di media sosial. Video tersebut ditanggapi Polres Kebumen sebagai aksi berbahaya.

Kasat Lantas Polres Kebumen, AKP Rikha Zulkarnain menanggapi aksi tersebut tidak patut dicontoh. Meski tujuannya hanya untuk lucu-lucuan, hal itu tidak bisa dibenarkan.

"Dari video yang kita lihat, perilaku yang dilakukan pengendara tersebut tidak terpuji dan meresahkan masyarakat. Dalam video itu terlihat jelas bahwa pengendara itu melakukan beberapa pelanggaran," jelas AKP Rikha Zulkarnain, Rabu (18/12).

Pelanggaran pertama, dijelaskannya, pemuda itu tidak memakai helm. Selanjutnya pelanggaran kedua, ia melakukan tindakan yang tidak semestinya di atas motor. Perbuatan itu tidak sesuai etika berkendara dan dapat merugikan diri sendiri bahkan orang lain di jalan.

"Kepada masyarakat, kami menekankan agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan dengan tujuan yang untuk kepentingannya sendiri ketika di jalan, tanpa memperhatikan peraturan dan kepentingan orang lain yang ada di jalan juga," imbau Kasat Lantas menanggapi video yang sempat viral beberapa waktu itu.

Polisi meminta pengunggah video pemuda mengendarai sepeda motor bebek sambil mandi di jalan untuk segera menghapusnya.

Video berdurasi 26 detik ini diunggah oleh akun Wahyudi Boement pada 9 Desember 2019 pukul 18.46 WIB.

Dalam video terlihat seorang remaja laki-laki hanya mengenakan celana merah selutut mengendarai motor bebek. Aksi dilakukan pada malam hari, saat jalanan sepi. Lokasi perekaman diduga di Jembatan Pelangi Pejagoan, perbatasan Kebumen.

Terlihat di video seorang remaja mandi di atas motor, berbekal satu ember hitam berisi air yang diletakkan dijepit dengan kedua pahanya. Gayung menjadi alat untuk mengguyur tubuhnya sembari keramas. Tugas salah satu temannya merekam aksi yang tergolong konyol itu.

"Perbuatan tersebut melanggar dua pasal dalam Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal yang dimaksud, yakni Pasal 288 ayat (2) serta pasal 291 ayat (1) undang-undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," tandas AKP Rikha Zulkarnain.

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.