HETANEWS

Sebelum Kebakaran, Ada Pedagang jadikan Kios Sebagai Hunian

Satu unit etalase kaca [Steleng] milik pedagang berhasil diamankan warga saat kebarakan kios di Jalan WR Supratman, Senin (17/12/2019).

Siantar, hetanews.com – Jauh hari sebelum peristiwa kebakaran terjadi, diketahui ada pedagang yang menyewa kios sebagai hunian. Direksi PDPHJ memastikan kedepan tidak ada lagi penyewa yang tinggal menetap di kios.

Tercatat sebanyak 33 unit kios yang berdiri berentetan di Jalan WR Supratman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat. Ke-33 kios itu merupakan aset dari PDPHJ. Hal itu disampaikan direksi pasca kebakaran yang terjadi terhadap  9 unit kios, Senin kemarin.

Sebelum peristiwa kebakaran terjadi, ada beberapa kios diketahui dijadikan hunian menetap oleh penyewa. PDPHJ sudah menghimbau penyewa untuk tidak menetap.

“Kami sudah pernah menyurati kepada penyewa. Kios kan bukan tempat tinggal. Tapi karena tempat itu dianggap mereka sudah lama kali, jadi tinggal disitu,” jelas Direktur Keuangan PDPHJ, Toga Sehat Sihite, ditemui di perkantoran DPRD, Selasa (17/12/2019).

“Jadi kedepannya tidak ada lagi penyewa yang tinggal di kios, dan dibikin jadi tempat tinggal,” katanya.

Ia menyebutkan, per kios juga dikenakan retribusi senilai Rp 3 ribu per hari. Pasca kebakaran, pihaknya berencana akan mendata ulang dan menghitung kerugian atas peristiwa tersebut.

Baca juga: Polisi Tetapkan Satu Orang Tersangka Pembakar Kios di Jalan WR Supratman

Ditempat yang sama, Direktur SDM PDPHJ, Imran Simanjuntak, juga membenarkan ada pelarangan terhadap penyewa yang menjadikan kios sebagai hunian.

“Itu memang sudah dilarang. Tapi mereka juga ada yang membangkang. Bahkan membayar retribusi pun banyak yang gak bayar,” jelasnya.

Disinggung kios tersebut merupakan aset perusahaan dan apakah akan dituntut ganti rugi atas peristiwa kebarakan itu, Imran belum bisa merinci.

“Jadi soal ganti rugi, kita lihat dulu lah. Sebab-musababnya, ini dibakar orang pula kan? kecuali ada penyebab yang lain,” jelasnya.

Ia juga membenarkan jika pihaknya akan melakukan pendataan ulang. “Itu harus, dan datanya juga harus jelas sekaligus pengukuhan bahwa itu aset PDPHJ,”ucapnya.

Apalagi, kata Imran, diketahui penyewa tak jarang memindah tangankan kios kepada penyewa yang lain. Selain itu, pihaknya juga mengakui ada pedagang yang menyewa kios tanpa kartu izin berdagang.

Baca juga: Warga Maki Tersangka Pembakar 9 Unit Kios di Jalan WR Supratman, Ini Ancaman Hukumannya

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.