Simalungun, hetanews.com - setelah mengajukan banding dan juga kasasi, Mahkamah Agung dalam putusannya No:3279 K/Pid.sus/2019, akhirnya menjatuhkan pidana hanya 18 bulan penjara, terhadap Delwin Purba (23), pemilik sepaket sabu 0,10 gram.

Sebelumnya, terdakwa divonis 5 tahun penjara, dan denda Rp.800 juta, subsider 3 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Lalu putusan PN Simalungun dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan, melalui putusannya nomor :582/Pid.sus/2019/PT.Mdn.

Namun ditingkat kasasi, ketua majelis hakim, Dr. Salman Luthan, berpendapat lain dan menyatakan "memperbaiki putusan PT Medan yang menguatkan putusan PN Simalungun, menjatuhkan pidana selama 1 tahun 6 bulan penjara.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Simalungun, menuntut Delwin selama 7 tahun dan denda Rp800 juta subsider 3 bulan.

Hakim PN Simalungun dan jaksa, sepakat menyatakan terdakwa Delwin, bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika golongan I bukan tanaman.

Tapi faktanya, menurut hakim dari Mahkamah Agung, terdakwa sebagai pengguna dan sependapat dengan pengacara F Rangkuty.

Saat itu, terdakwa ditangkap saksi polisi, M Pakpahan, Abdul Muis dan Lodi PM Sihite, pada Selasa, 25 September 2018 lalu, dari depan cafe Siantar Men, di jalan Saribu Dolok-Panei Tongah, Kecamatan Panombean Pane. Dari terdakwa, petugas menyita sepaket sabu yang akan digunakan dan disimpan dalam kotak rokok Magnum.

Pengacara F Rangkuty, membenarkan, jika dirinya sudah menerima pemberitahuan salinan putusan itu dari PN Simalungun.

"Kami sudah terima dan sudah kami tandatangani, kira - kira seminggu yang lalu,"katanya kepada wartawan, Senin (16/12/2019), di Simalungun.